Pemprov Sultra Dorong Penguatan Tata Kelola BPR melalui Sertifikasi Direksi dan Komisaris
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 308
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan kualitas sumber daya manusia perbankan daerah, khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR), sebagai bagian dari upaya memperkokoh sistem keuangan daerah dan memperluas akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, saat membuka Pelatihan Sertifikasi Berbasis Kompetensi Kualifikasi Direktur Tingkat I dan Komisaris Angkatan I yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbarindo Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa (6/1/2026).
Dalam sambutannya, Asrun Lio menilai inisiatif Perbarindo Sultra sebagai langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia perbankan secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kompetensi manajerial dan integritas pengurus BPR menjadi prasyarat penting dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan daerah.
“BPR memiliki fungsi strategis dalam ekosistem keuangan daerah karena berhadapan langsung dengan UMKM. Perannya tidak semata-mata berorientasi pada profit, melainkan sebagai instrumen penggerak ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pelatihan sertifikasi ini tidak boleh dipahami sekadar sebagai pemenuhan kewajiban administratif sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 44 Tahun 2015, tetapi harus ditempatkan sebagai instrumen penguatan good corporate governance di industri BPR.
“Aspek integritas, profesionalisme, dan kepatuhan menjadi fondasi utama dalam penguatan manajemen dan tata kelola perbankan daerah,” tegas Asrun Lio.
Lebih lanjut, Sekda Sultra menyoroti bahwa kompetensi direksi dan komisaris memiliki implikasi langsung terhadap kualitas pengelolaan dana masyarakat serta efektivitas penyaluran kredit. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir insan perbankan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif pembangunan, khususnya dalam memperluas akses permodalan dan berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Sulawesi Tenggara.
Kepada para peserta, Asrun Lio mengingatkan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara disiplin dan bertanggung jawab, mengingat hasil uji kompetensi akan menjadi tolok ukur profesionalisme dan kredibilitas pengurus BPR ke depan.
Pelatihan Sertifikasi Berbasis Kompetensi Kualifikasi Direktur Tingkat I dan Komisaris Angkatan I DPD Perbarindo Sultra tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, Ketua Bidang Pendidikan DPP Perbarindo Zinsari, perwakilan Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua DPD Perbarindo Sulawesi Tenggara Dr. Ahmat, SE., MM, jajaran pengurus, para trainer, serta peserta pelatihan dari BPR se-Sulawesi Tenggara.
Laporan: Tim Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar