BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Gelombang Kuat dan Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Sultra Hingga 18 Januari
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk wilayah perairan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Peringatan ini berlaku mulai 15 hingga 18 Januari 2026, khususnya bagi aktivitas pelayaran, nelayan, dan masyarakat pesisir.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Sugeng Widarko, menjelaskan bahwa pada 15–16 Januari 2026 pukul 08.00 WITA, sejumlah wilayah perairan berpotensi mengalami cuaca ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Wilayah yang masuk dalam peringatan dini tersebut meliputi:
- Teluk Bone Barat Kolaka
- Teluk Bone Barat Kabaena
- Perairan Baubau
- Selat Tiworo bagian Barat
- Laut Flores Selatan Buton
- Perairan Buton
- Perairan Wakatobi bagian Barat
- Perairan Wakatobi bagian Timur
- Laut Banda Timur Wakatobi
“Pada waktu yang sama, cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi di Teluk Bone Barat Kolaka Utara dan beberapa wilayah perairan lainnya,” ujar Sugeng.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini tidak bersifat sporadis, melainkan berpotensi berulang hingga beberapa hari ke depan. Wilayah perairan seperti Kabaena, Baubau, Buton, Wakatobi, dan Laut Banda Timur disebut sebagai zona yang perlu mendapat perhatian serius.
Angin Kencang hingga 25 Knot, Gelombang Berpotensi Berbahaya
Cuaca ekstrem ini dipicu oleh pola angin dominan dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 2–20 knot. Namun, di sejumlah titik, kecepatan angin dapat meningkat hingga 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort.
Kecepatan angin tertinggi terpantau berpotensi terjadi di:
- Teluk Bone
- Perairan Baubau
- Perairan Buton
- Laut Flores Selatan Buton
- Perairan Wakatobi
- Laut Banda Timur Wakatobi
BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu gelombang tinggi, arus kuat, serta hujan disertai angin kencang, yang berisiko terhadap kapal kecil, perahu nelayan, serta aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
Imbauan untuk Nelayan dan Pelayaran
BMKG mengimbau nelayan tradisional, operator kapal, dan masyarakat pesisir agar:
- Menunda pelayaran jika kondisi cuaca memburuk
- Selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG
- Mengutamakan keselamatan dibanding aktivitas ekonomi
“Kami meminta masyarakat untuk tidak memaksakan aktivitas di laut saat cuaca ekstrem,” tegas Sugeng.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar