Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Ming, 15 Mar 2026
- visibility 68
- comment 0 komentar

JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com — Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Perintah tegas pun telah diberikan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Hal itu disampaikan Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu (15/3/2026).
“Terkait dengan perkembangan penyerangan terhadap aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ujar Kapolri.
Menurutnya, penyelidikan kasus tersebut akan dilakukan dengan pendekatan Scientific Crime Investigation, yakni metode investigasi berbasis bukti ilmiah yang mengandalkan analisis forensik serta pengumpulan data secara sistematis.
Saat ini, tim kepolisian disebut tengah bekerja di lapangan untuk menghimpun berbagai informasi dan petunjuk yang dapat mengarah pada identitas pelaku.
“Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan Scientific Crime Investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi, dan informasi tersebut akan kita dalami satu per satu,” jelasnya.
Polisi Bergerak, Mabes Polri Turun Tangan
Kapolri memastikan bahwa penanganan kasus ini berada di bawah koordinasi langsung Mabes Polri bersama jajaran Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya).
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara berkala kepada publik sebagai bentuk transparansi.
Kasus ini mendapat perhatian luas karena dinilai sebagai bentuk teror terhadap aktivis masyarakat sipil, yang selama ini aktif menyuarakan isu-isu penegakan hukum dan hak asasi manusia.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator KontraS, terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diserang oleh dua orang pria tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor.
Kedua pelaku diduga langsung menyiramkan cairan keras ke arah tubuh korban sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius hingga sekitar 24 persen pada bagian tubuhnya dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kecaman Mengalir dari Tokoh Nasional
Kasus ini memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, termasuk aktivis, tokoh publik, hingga mantan pejabat negara.
Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, turut menyuarakan keprihatinan atas peristiwa tersebut.
Begitu pula dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang bahkan sempat menjenguk korban di rumah sakit.
Sejumlah pihak menilai kasus ini harus diusut secara serius karena berpotensi menjadi ancaman bagi kebebasan sipil dan keamanan para aktivis yang memperjuangkan hak-hak masyarakat.
Publik kini menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi teror tersebut.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar