Warga Temukan Dokumen “Indonesia Air Transport” di Sawah Balocci, SAR Fokus Penyisiran Gunung Bulusaraung
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Ming, 18 Jan 2026
- comment 0 komentar
MAKASSAR | SUARAEMPATPILAR.COM – Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak terus menunjukkan perkembangan. Kali ini, warga Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, menemukan sejumlah dokumen bertuliskan “Indonesia Air Transport” di area persawahan, tak jauh dari posko SAR gabungan.
Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Muhlis kepada aparat kewilayahan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Babinsa setempat sebelum akhirnya diamankan oleh tim SAR gabungan.
“Pak Muhlis melapor ke Babinsa setelah menemukan kertas bertuliskan ‘Indonesia Air Transport’. Babinsa lalu menyuruh saya mengambilnya di sawah,” ujar Muhammad Hasbi (31), warga setempat, saat ditemui wartawan di posko SAR Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1/2026).
Hasbi menjelaskan, dokumen yang ditemukan berupa selebaran kertas dengan jumlah sekitar 20 lembar. Namun, sebagian besar dalam kondisi rusak akibat terendam air, robek, bahkan terdapat bekas terbakar.
“Bentuknya lembaran kertas saja, beberapa sudah sobek. Kondisinya basah, ada juga yang seperti bekas terbakar,” jelasnya.
Menariknya, menurut Hasbi, tulisan yang tertera pada dokumen tersebut memiliki kesamaan dengan temuan sebelumnya yang dilaporkan oleh para pendaki di kawasan puncak.
“Tulisannya sama seperti yang ditemukan pendaki di atas, bertuliskan Indonesia Air,” tambahnya.
Lokasi penemuan dokumen itu berada sekitar 200 meter dari posko SAR Balocci. Meski ditemukan pada siang hari, proses pengamanan baru dilakukan pada malam hari sekitar pukul 20.00 WITA dengan melibatkan tim SAR gabungan dan warga setempat.
“Jaraknya sekitar 200 meter dari posko. Ditemukan siang, tapi baru diambil malam,” kata Hasbi.

Sementara itu, upaya pencarian terus diperluas. Tim SAR gabungan pada Minggu pagi bergerak menuju kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, yang diduga menjadi area jatuhnya pesawat.
Komandan Korem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, mengatakan bahwa penyisiran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan puluhan personel lintas instansi.
“Hari ini kami memberangkatkan tim pertama untuk melakukan penyisiran. Total ada 21 personel dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta Polisi Kehutanan,” ujar Rumbayan.
Ia menjelaskan, fokus utama pencarian diarahkan ke lokasi yang sebelumnya dilaporkan para pendaki sebagai tempat ditemukannya serpihan-serpihan yang diduga kuat berkaitan dengan pesawat ATR 42-500.
“Penyisiran awal difokuskan ke area puncak Gunung Bulusaraung, lokasi yang sempat viral karena ditemukan serpihan oleh pendaki. Itu yang menjadi prioritas hari ini,” jelasnya.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi lima regu untuk memaksimalkan area jelajah dan mempercepat proses evakuasi, mengingat medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Tim dibagi menjadi lima kelompok. Target kami, jika memungkinkan, hari ini seluruh korban dapat ditemukan,” tegas Rumbayan.
Hingga berita ini diturunkan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan pendalaman dan belum memastikan penyebab pasti hilangnya kontak pesawat tersebut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada tim resmi.
Operasi SAR gabungan akan terus dilanjutkan dengan mengedepankan keselamatan personel serta akurasi data di lapangan.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar