Kapolda Sultra Pimpin Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Penanganan Kejahatan Menonjol
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sen, 19 Jan 2026
- visibility 244
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., memimpin langsung Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diikuti seluruh personel Polda Sultra, Senin (19/01/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra dan dihadiri jajaran pimpinan utama, di antaranya Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, Irwasda Kombes Pol Hartoyo, serta para pejabat utama dan perwira menengah.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang refleksi kolektif untuk memperkuat integritas, loyalitas, dan komitmen moral seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kejahatan Menonjol Jadi Atensi Serius
Kapolda Sultra secara khusus menyoroti sejumlah persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang belakangan menjadi perhatian publik. Di antaranya kejahatan seksual terhadap anak, peredaran narkotika, serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dinilai masih memerlukan penanganan tegas dan berkelanjutan.
Menurut Kapolda, dinamika gangguan kamtibmas harus terus dianalisis dan dievaluasi agar Polri mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
“Polri dituntut responsif, profesional, dan konsisten dalam penegakan hukum agar rasa aman masyarakat benar-benar terwujud,” tegasnya.
Antisipasi Bencana Alam
Selain isu kriminalitas, Kapolda juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Ia meminta setiap satuan kerja memperkuat kesiapsiagaan, termasuk membangun koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko dan dampak bencana di wilayah Sulawesi Tenggara.
Babak Baru Penegakan Hukum
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut menyinggung pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru. Regulasi ini, kata dia, menandai fase penting dalam sistem hukum nasional dan menuntut penyesuaian cepat dari seluruh aparat penegak hukum, khususnya para penyidik.
Kapolda menekankan agar seluruh personel memahami dan melaksanakan kewenangan penyidikan sesuai aturan baru demi menjamin kepastian hukum dan keadilan.
Disiplin Jadi Harga Mati
Menutup amanatnya, Kapolda Sultra menegaskan bahwa disiplin personel merupakan fondasi utama dalam menjaga marwah institusi Polri. Tanpa disiplin, profesionalisme dan kepercayaan publik akan sulit dibangun.
Upacara Hari Kesadaran Nasional ini berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bagi seluruh personel Polda Sultra untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar