Kultum di Al Kautsar, Wagub Hugua Tekankan Ramadan untuk Empati
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Kam, 26 Feb 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling., mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) usai salat tarawih di Masjid Raya Al Kautsar, Kota Kendari, Selasa (24/2/2026) malam.
Dalam tausiyahnya, Hugua menegaskan bahwa makna puasa tidak terbatas pada menahan lapar dan dahaga, melainkan merupakan proses pembinaan diri secara menyeluruh, termasuk pengendalian emosi, penguatan kesabaran, serta kemampuan menahan keinginan yang berlebihan.
“Ramadan memberi kesempatan kepada kita untuk melatih kesabaran, menumbuhkan keikhlasan, serta memperkuat empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika kehidupan modern kerap mendorong masyarakat pada orientasi material dan persaingan yang tinggi. Dalam konteks tersebut, puasa menjadi sarana refleksi untuk menata kembali prioritas hidup serta meningkatkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan
Selain dimensi spiritual, Wakil Gubernur menekankan pentingnya memperkuat solidaritas sosial sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia mengajak masyarakat untuk mengisi Ramadan dengan berbagai tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama, seperti berbagi rezeki, menjaga silaturahmi, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari kemajuan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, kepedulian sosial, dan tingkat kebersamaan masyarakat.
“Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan masyarakat yang berkarakter kuat, jujur, sederhana, peduli, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang diajarkan Ramadan,” katanya.
Ramadan sebagai Energi Pembangunan Daerah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan dapat menjadi energi positif bagi pembangunan daerah, dengan memadukan penguatan spiritual dan solidaritas sosial.
Melalui momentum bulan suci ini, diharapkan terwujud masyarakat Sulawesi Tenggara yang semakin religius, harmonis, dan sejahtera, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama serta lingkungan sekitarnya.
Kegiatan tarawih dan kultum yang dihadiri jamaah dari berbagai kalangan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai religius dan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Tenggara.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar