Ambulans Rusak, Pasien di Konawe Utara Meninggal
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar

KONAWE UTARA | SUARAEMPATPILAR.com – Kematian seorang pasien berinisial EA (22), warga Motui, Kabupaten Konawe Utara, memicu sorotan tajam terhadap kesiapan layanan kesehatan di daerah tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (24/03/2026) itu menimbulkan kritik luas, terutama terkait fasilitas rujukan darurat yang dinilai tidak memadai.
Korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dan diduga terlambat mendapatkan penanganan lanjutan akibat keterbatasan sarana transportasi medis. Ambulans milik Puskesmas Motui disebut dalam kondisi rusak saat kejadian, sehingga tidak dapat digunakan untuk merujuk pasien ke rumah sakit.
Pihak keluarga korban menilai keterlambatan rujukan menjadi faktor yang memperburuk kondisi pasien hingga berujung pada kematian.
“Jika ambulans tersedia, mungkin nyawa keluarga kami bisa diselamatkan,” ujar salah satu kerabat korban dengan nada kecewa.
Peristiwa ini langsung memicu reaksi dari kalangan mahasiswa. Salah satu mahasiswa asal Motui, Muhaimin, mengkritik keras kinerja Kepala Puskesmas Motui yang dinilai lalai dalam memastikan kesiapan fasilitas vital.
Ia menyoroti tidak adanya langkah cepat dalam memperbaiki ambulans yang merupakan sarana utama dalam penanganan kondisi darurat.
“Kalau tidak mampu bertanggung jawab, lebih baik mundur,” tegasnya.
Mahasiswa juga mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, termasuk meminta perhatian langsung dari Bupati Konawe Utara.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana kesehatan, khususnya ambulans sebagai alat vital dalam sistem rujukan pasien. Dalam ketentuan Undang-Undang Kesehatan, setiap fasilitas layanan kesehatan wajib menyediakan sarana yang memadai guna menjamin keselamatan pasien.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Motui, Muslan Riana, memberikan klarifikasi atas kejadian tersebut. Ia membenarkan bahwa ambulans sedang dalam kondisi rusak dan tengah menjalani proses perbaikan.
“Kami turut berduka atas kejadian ini dan telah berupaya melakukan rujukan secepat mungkin,” ujarnya.
Menurut Muslan, pihak Puskesmas tetap berusaha memberikan pelayanan maksimal dengan melakukan koordinasi bersama fasilitas kesehatan terdekat untuk proses rujukan pasien.
Ia juga menyampaikan bahwa kerusakan ambulans telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat agar segera mendapatkan penanganan.
Lebih lanjut, Muslan menegaskan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pihaknya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ke depan.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut aspek fundamental pelayanan kesehatan, yakni kecepatan dan kesiapan dalam menangani kondisi darurat yang berhubungan langsung dengan keselamatan jiwa pasien.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar