Black Box ATR IAT Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Tim SAR Hadapi Tebing 150 Meter
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- visibility 274
- comment 0 komentar

PANGKEP | SUARAEMPATPILAR.COM — Setelah berjibaku dengan medan ekstrem, cuaca tak menentu, dan tebing curam yang mengancam keselamatan, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi kotak hitam (black box) pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dari lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026).
Keberhasilan ini menjadi tonggak krusial dalam rangkaian operasi pencarian sejak pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak dan jatuh di kawasan pegunungan terjal Sulawesi Selatan.
Terdeteksi Sejak Awal, Namun Medan Jadi Penghalang
Meski puing bagian ekor pesawat telah teridentifikasi secara visual sejak beberapa hari sebelumnya, tim SAR belum dapat langsung menjangkau lokasi. Medan berupa tebing curam dengan kedalaman 131 hingga 150 meter dari puncak gunung menjadi tantangan terbesar.
Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menjelaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama.
“Kemarin sudah kita identifikasi secara visual, tetapi belum bisa menuju lokasi karena medan yang sangat menantang dan berisiko tinggi. Tadi malam kami lakukan analisis dan rapat, kemudian membentuk tim khusus,” ujar Dody di Posko Operasi SAR Gabungan, Desa Tompobulu.
Selain kontur medan, cuaca pegunungan yang cepat berubah turut menghambat upaya evakuasi. Kabut tebal dan angin kencang kerap membatasi jarak pandang tim di lapangan.
Strategi Diubah, Operasi Dorongan Logistik
Menghadapi kondisi tersebut, otoritas SAR mengubah strategi operasi. Sistem naik-turun harian dinilai tidak efektif dan diganti dengan metode dorongan logistik.
Tim khusus dibentuk dari gabungan personel:
- Yonif 700 Raider Ida Yudha Sakti
- Basarnas
- Tim Reaksi Cepat (TRC) Bosowa
Personel dibekali logistik di ransel masing-masing agar dapat bertahan di lokasi selama beberapa hari tanpa harus kembali ke posko utama.
“Metode kita ubah dengan dorongan logistik. Personel membawa bekal sendiri dan didukung dapur lapangan, sehingga pencarian bisa berlangsung hingga hari ketiga,” jelas Dody.
Black Box Ditemukan dalam Kondisi Utuh
Upaya tersebut membuahkan hasil pada Rabu (21/1) pagi. Tim khusus berhasil mencapai titik ekor pesawat dan sekitar pukul 11.00 WITA, perangkat yang diduga kuat sebagai kotak hitam ditemukan masih berada di dalam struktur ekor pesawat.
Menurut Dody, perangkat tersebut tidak terlepas dari dudukannya meski mengalami benturan keras saat kecelakaan.
“Alhamdulillah, secara visual kondisinya utuh. Masih menempel di dudukannya. Kita sudah lepas dan sedang proses turun menuju posko,” ungkapnya.
Perjalanan dari titik penemuan menuju Posko Operasi SAR Gabungan di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam, dengan pertimbangan keamanan personel.
Menunggu Konfirmasi Resmi KNKT
Meski secara fisik diyakini sebagai black box, pihak Kodam XIV Hasanuddin tetap menggunakan istilah ‘dugaan’ hingga ada konfirmasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Seluruh proses pemeriksaan lanjutan, termasuk analisis data penerbangan dan rekaman kokpit, akan sepenuhnya ditangani oleh KNKT.
Tragedi ATR di Bulusaraung
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) sebelum akhirnya diketahui jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung.
Pesawat tersebut disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan mengangkut 10 kru serta 3 penumpang saat insiden terjadi.
Penemuan black box diharapkan menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kecelakaan, sekaligus memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan publik yang menanti jawaban atas tragedi ini.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar