Diduga Seret Oknum DPRD Kendari, BNNP Sultra Dalami Kasus Penyelundupan 504 Gram Sabu di Kolaka
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Ming, 8 Feb 2026
- visibility 227
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara masih mendalami dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kota Kendari berinisial LA dalam kasus penyelundupan 504 gram narkotika jenis sabu yang diungkap di Kabupaten Kolaka.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena diduga berkaitan dengan penggunaan kendaraan milik oknum pejabat dalam aktivitas penjemputan barang haram tersebut. Informasi yang beredar menyebutkan kendaraan tersebut digunakan oleh pelaku berinisial F, yang kini telah meninggal dunia saat berada dalam tahanan BNNP Sultra.
Hingga saat ini, penyidik belum memanggil LA untuk pemeriksaan. Penelusuran masih berlangsung menunggu kecukupan alat bukti yang mengarah pada keterlibatan langsung.
Kronologi Kasus 504 Gram Sabu Kolaka
Kasus penyelundupan 504 gram sabu bukan perkara kecil. Dalam pengungkapan sebelumnya, BNNP Sultra pernah mengamankan barang bukti sabu dalam jumlah serupa pada operasi narkotika di jalur pelabuhan Kolaka–Bajoe.
Barang bukti tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengungkapan kasus narkotika besar di wilayah Sulawesi Tenggara, yang menunjukkan Kolaka menjadi salah satu jalur distribusi strategis jaringan narkotika.
Kematian Pelaku Kunci Jadi Tantangan Penyidikan
Kematian tersangka F dalam tahanan menjadi faktor krusial dalam pengembangan perkara. Dalam banyak kasus narkotika, pengakuan pelaku lapangan menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan hingga ke aktor utama.
Kini penyidik harus mengandalkan:
- Forensik digital
- Analisis komunikasi
- Aliran transaksi keuangan
- Jejak kepemilikan kendaraan
Ancaman Narkotika di Sultra Masih Tinggi
Sepanjang 2025, BNNP Sultra menangani 14 kasus narkotika dengan 17 tersangka serta menyita total lebih dari 11,7 kilogram narkotika berbagai jenis.
Data tersebut menunjukkan peredaran narkotika di wilayah Sulawesi Tenggara masih menjadi ancaman serius.
Pola Jaringan Kendari – Kolaka Sudah Lama Terdeteksi
Jalur distribusi narkotika antara Kendari dan Kolaka sebelumnya juga pernah terungkap. Dalam salah satu kasus, jaringan pengedar dari Kendari mengambil sabu untuk didistribusikan ke Kolaka.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa wilayah pesisir dan jalur antar kabupaten menjadi target distribusi jaringan narkotika.
Dimensi Sensitif: Politik dan Hukum
Kasus ini menjadi sensitif karena menyangkut dugaan keterkaitan dengan pejabat publik. Namun secara hukum, asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya penetapan status hukum resmi.
Penyelidikan Masih Berjalan
BNNP Sultra menegaskan proses penelusuran akan terus dilakukan. Pemeriksaan terhadap LA akan dilakukan jika ditemukan bukti kuat yang mengarah pada keterlibatan aktif.
Kasus ini berpotensi berkembang seiring kemungkinan munculnya bukti baru atau pengungkapan jaringan yang lebih besar.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar