Imbauan Darurat Kemenag Sultra untuk Calon Jemaah Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 7 Mar 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan imbauan mendesak kepada masyarakat agar menunda rencana perjalanan ibadah umrah menyusul eskalasi konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai prioritas utama untuk menjaga keselamatan dan keamanan jemaah asal Bumi Anoa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Lalan Jaya, dalam keterangannya di Kendari, Jumat, menegaskan bahwa imbauan ini merupakan langkah preventif yang tidak bisa ditawar. Pihaknya meminta calon jemaah untuk mengedepankan kewaspadaan di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah umrah dari Sulawesi Tenggara, agar menunda atau menjadwalkan ulang perjalanan hingga situasi di Timur Tengah benar-benar aman dan kondusif. Keselamatan jemaah adalah prioritas utama kami,” tegas Lalan Jaya.
Gangguan Penerbangan dan Status Terkini Arab Saudi
Lalan Jaya menjelaskan bahwa keputusan ini tidak diambil tanpa dasar. Pihaknya terus memantau perkembangan terkini di kawasan tersebut, termasuk dinamika ruang udara sejumlah negara.
“Menurut laporan yang diterima, sejumlah negara di sekitar Arab Saudi seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah telah menutup sementara ruang udara mereka. Sementara itu, Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon masih membuka penerbangan secara terbatas dengan status kewaspadaan tinggi,” paparnya.
Meskipun penerbangan ke Arab Saudi masih beroperasi secara terbatas, Lalan Jaya memastikan bahwa kondisi di wilayah Arab Saudi saat ini relatif terkendali. Aktivitas masyarakat berlangsung normal di bawah pengamanan ketat aparat keaman setempat.
KUH Jeddah Siaga, Pantau Jemaah 24 Jam
Sebagai bentuk antisipasi maksimal, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah meningkatkan kewaspadaan. Tiga tim khusus disiagakan secara bergiliran di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji untuk memantau perkembangan di lapangan serta memastikan kelancaran mobilitas jemaah.
“KUH Jeddah juga terus memperkuat koordinasi dengan maskapai penerbangan dan penyelenggara perjalanan umrah. Ini untuk memastikan adanya penanganan cepat bagi jemaah yang mungkin terdampak perubahan jadwal mendadak,” jelas Lalan Jaya.
Pesan untuk Jemaah yang Sudah di Tanah Suci
Bagi jemaah asal Sultra yang saat ini sudah berada di Tanah Suci, Kemenag mengimbau agar tetap tenang dan fokus beribadah. Jemaah diminta untuk terus mengikuti instruksi serta informasi resmi dari perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi.
“Kami minta jemaah yang sudah di sana agar tidak panik. Tetap tenang, jaga kekhusyukan ibadah, dan patuhi arahan dari petugas. Yang terpenting, selalu jaga komunikasi dengan keluarga di tanah air,” pesannya.
Terakhir, Lalan Jaya mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia meminta publik untuk tidak mudah percaya pada berita hoaks atau isu yang belum terverifikasi kebenarannya terkait kondisi keamanan di Timur Tengah.
“Pastikan hanya mengakses informasi dari sumber-sumber resmi, baik dari Kemenag pusat maupun perwakilan RI di Arab Saudi,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar