Breaking News
light_mode
Trending Tags

Teriak “Tangkap Gubernur”, Publik Balik Bertanya: Siapa La Ode Hasanudin Kansi Sebenarnya?

  • account_circle Kontributor La Ode Zailudin
  • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Seruan lantang agar KPK menangkap Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka (ASR) dan istrinya mendadak ramai. Namun sebelum teriakan itu berubah jadi kebenaran, publik justru lebih dulu menguliti siapa yang berteriak. Nama La Ode Hasanudin Kansi pembina AP2S Sultra atau APPS Sultra kini jadi sorotan tajam.

Tanpa satu pun dokumen hukum, laporan resmi, atau keterangan KPK yang dapat diverifikasi, La Ode Hasanudin Kansi berulang kali mendesak penangkapan Gubernur Sultra. Alih-alih memperkuat narasi hukum, pernyataan tersebut dinilai banyak kalangan sebagai opini keras tanpa fondasi fakta. Situasi makin panas ketika Hasanudin menyerang pribadi pejabat Pemprov dengan menyebut Kadis Kominfo Sultra (sekarang menjabat Kadis Pariwisata Sultra), Ridwan Badallah, sebagai “burung beo peliharaan gubernur”.

Serangan Keras, Bukti Nihil

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun status hukum yang menempatkan Gubernur Andi Sumangerukka sebagai tersangka, terperiksa, atau target penyelidikan KPK. Fakta ini berbanding terbalik dengan kerasnya seruan yang disampaikan Hasanudin di ruang publik.

Di tengah kegaduhan tersebut, publik kemudian mengingat kembali arsip lama yang tak pernah benar-benar hilang dari catatan sejarah hukum Sulawesi Tenggara.

Arsip 2013: Fakta yang Tak Bisa Dihapus

Berdasarkan arsip pemberitaan Kompas.com tahun 2013, La Ode Hasanudin Kansi saat itu berusia 29 tahun dan menjabat Ketua Aliansi Pemuda Pelajar Sulawesi Tenggara (APP Sultra) mengakui perbuatannya dalam kasus pembunuhan mahasiswi Siti Nurjanah (23) dari Akademi Kesehatan Lingkungan Mandala Waluya (AKL-MW).

Korban ditemukan meninggal dunia pada 15 Maret 2013 di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Penyelidikan polisi mengarah kuat kepada Hasanudin sebagai orang terakhir yang bersama korban. Ia ditangkap Polresta Kendari pada 17 Maret 2013 saat berada di pusat perbelanjaan.

Dalam pengakuannya, Hasanudin menyebut sempat memukul korban hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri. Jenazah kemudian disembunyikan di semak-semak dekat rumah kosnya. Polisi saat itu menjerat Hasanudin dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Kritik atau Provokasi?

Pengamat menilai, kritik terhadap pejabat publik adalah hak warga negara. Namun kritik yang sehat menuntut data, bukti, dan tanggung jawab. Seruan keras tanpa dasar hukum, apalagi dibarengi serangan personal, justru berpotensi menyesatkan publik dan mencederai demokrasi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan kinerja pemerintahan terbuka untuk diuji secara hukum. Namun tudingan harus ditempuh melalui jalur resmi, bukan teriakan tanpa bukti.

Arah Sorotan Berubah

Kini sorotan publik mulai bergeser. Bukan lagi soal “siapa yang diminta ditangkap”, melainkan siapa yang meminta, atas dasar apa, dan dengan rekam jejak seperti apa.


Catatan Redaksi

Pemberitaan ini disusun berdasarkan pernyataan terbuka di ruang publik dan arsip media nasional. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Laporan: Redaksi

Teriak “Tangkap Gubernur”, Publik Balik Bertanya: Siapa La Ode Hasanudin Kansi Sebenarnya?
  • Penulis: Kontributor La Ode Zailudin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prajurit TNI Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Korban Serangan di Markas UNIFIL photo_camera 1

    Prajurit TNI Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Korban Serangan di Markas UNIFIL

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 323
    • 0Komentar

    LEBANON | SUARAEMPATPILAR.com — Kabar duka menyelimuti Indonesia. Seorang prajurit terbaik bangsa yang tengah mengemban misi perdamaian dunia bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Rico Pramudia, gugur setelah berjuang melawan luka berat yang dideritanya akibat serangan di wilayah konflik Lebanon selatan. Prajurit berpangkat Praka (Prajurit Kepala) berusia 31 tahun itu menghembuskan napas terakhir […]

  • Diduga Cemari Lingkungan Bertahun-tahun, PT SLG dan PT AMI Digugat ke PN Kolaka photo_camera 1

    Diduga Cemari Lingkungan Bertahun-tahun, PT SLG dan PT AMI Digugat ke PN Kolaka

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 226
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.COM – Dugaan kejahatan lingkungan hidup kembali mencuat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dua perusahaan tambang, PT Suria Lintas Gemilang (SLG) dan PT Akar Mas Internasional (AMI), kini resmi digugat secara perdata oleh Yayasan Peduli Hukum dan Lingkungan Hidup (YPHLH) ke Pengadilan Negeri Kolaka atas dugaan pencemaran lingkungan yang disebut telah berlangsung lebih […]

  • Safari Ramadhan di Kolaka, Wagub Sultra Hugua Apresiasi Kepemimpinan Bupati Amri photo_camera 1

    Safari Ramadhan di Kolaka, Wagub Sultra Hugua Apresiasi Kepemimpinan Bupati Amri

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 214
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, melaksanakan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Kolaka yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka dan PT Antam Tbk, Selasa (3/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Antam Tbk, Mayjen TNI (Purn.) Untung Budiharto, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, […]

  • Jeritan PPPK Paruh Waktu: Gaji Rp15 Ribu hingga THR Tak Jelas, Nasib Aparatur Negara Kian Terhimpit photo_camera 1

    Jeritan PPPK Paruh Waktu: Gaji Rp15 Ribu hingga THR Tak Jelas, Nasib Aparatur Negara Kian Terhimpit

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 265
    • 0Komentar

    MAKASSAR | SUARAEMPATPILAR.COM — Di balik status sebagai bagian dari aparatur negara, ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di berbagai daerah kini menghadapi kenyataan pahit. Kesejahteraan yang seharusnya menjadi jaminan justru berubah menjadi tanda tanya besar, bahkan untuk kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Tidak hanya menerima gaji jauh di bawah Upah Minimum Provinsi […]

  • Heboh! Mantan Bupati Konawe Utara Dilaporkan ke Polda Sultra atas Dugaan Pencurian photo_camera 1

    Heboh! Mantan Bupati Konawe Utara Dilaporkan ke Polda Sultra atas Dugaan Pencurian

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 233
    • 0Komentar

    KONAWE UTARA | SUARAEMPATPILAR.com – Kasus dugaan pencurian dengan pemberatan yang melibatkan mantan pejabat tertinggi di Kabupaten Konawe Utara kini memasuki babak baru. Seorang tokoh berpengaruh berinisial RS, yang diketahui pernah menjabat sebagai orang nomor satu di daerah tersebut, resmi dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) atas dugaan keterlibatan dalam aksi pembongkaran paksa mesin […]

  • Flying Board Gubernur Andi Sumangerukka Jadi Sorotan di HUT Sultra ke-62 Bokori photo_camera 1

    Flying Board Gubernur Andi Sumangerukka Jadi Sorotan di HUT Sultra ke-62 Bokori

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 205
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Aksi spektakuler ditunjukkan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, saat melakukan atraksi flying board di perairan Pulau Bokori dalam rangka HUT ke-62 Sultra, Sabtu (25/4/2026). Di hadapan ratusan pengunjung, Gubernur melayang di atas permukaan laut menggunakan papan bertekanan air, menciptakan tontonan yang tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga menjadi simbol kuat promosi […]

expand_less