Pantai Nambo Diserbu Wisatawan, Pemprov Sultra Dorong Pariwisata Berkualitas
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui sektor pariwisata terus mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. Tren positif tersebut tercermin dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Nambo, Kota Kendari, selama periode libur Idulfitri 2026.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, tercatat sebanyak 5.721 wisatawan mengunjungi Pantai Nambo dalam rentang waktu 21 hingga 29 Maret 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawaty, menyampaikan bahwa puncak kunjungan terjadi pada 22 hingga 24 Maret, dengan rata-rata mencapai sekitar 1.000 pengunjung per hari.
“Jumlah 5.721 wisatawan selama libur Lebaran ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas pengunjung berasal dari Kota Kendari, disusul dari Kabupaten Konawe Selatan dan Konawe,” ujarnya.
Peningkatan jumlah wisatawan tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama periode libur Lebaran saja, Pantai Nambo berhasil menyumbang sekitar Rp50 juta.
Secara keseluruhan, akumulasi PAD sepanjang Maret 2026, mulai dari masa Ramadhan hingga pasca-Lebaran, mencapai kisaran Rp79 juta. Sementara itu, total kunjungan wisatawan dari Januari hingga Maret 2026 tercatat mencapai 23.995 orang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menilai capaian ini merupakan indikator positif dari upaya pembenahan sektor pariwisata yang dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan.
Berbagai peningkatan fasilitas turut menjadi faktor pendorong, di antaranya penggratisan penggunaan gazebo, penyediaan kamar bilas yang memadai, ketersediaan air bersih, serta optimalisasi petugas kebersihan di kawasan wisata.
Selain itu, aspek tata kelola dan integritas petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama guna menjaga kepercayaan publik dan citra pariwisata daerah.
“Kami memastikan tidak ada pungutan liar di luar ketentuan. Semua biaya yang dikenakan kepada pengunjung harus sesuai dengan tarif resmi,” jelas Hermawaty.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Sultra dalam membangun sektor pariwisata yang transparan, nyaman, dan berdaya saing. Pengelola Pantai Nambo juga terus didorong untuk memberikan pelayanan prima tanpa biaya tambahan yang tidak resmi.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis sektor pariwisata akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar