Awal Puasa 2026 Segera Ditentukan, Kemenag Gelar Sidang Isbat Selasa Sore
- account_circle OLank Zakaria
- calendar_month Sen, 16 Feb 2026
- comment 0 komentar
JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com — Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang penting ini dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Pelaksanaan sidang isbat berlandaskan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur integrasi metode hisab dan rukyatulhilal, penggunaan kriteria imkanur rukyat MABIMS, serta prosedur penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah di Indonesia.
Empat Tahapan Sidang Isbat
Berdasarkan informasi resmi dari Bimas Islam Kemenag, sidang isbat akan melalui empat tahapan utama, yakni:
- Pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (hisab)
- Penerimaan laporan hasil rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia
- Sidang penetapan awal Ramadan
- Pengumuman resmi melalui konferensi pers
Sidang ini akan dihadiri berbagai pihak, termasuk Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Hisab Rukyat Kemenag, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta sejumlah duta besar negara sahabat.
Data Hisab: Hilal Belum Memenuhi Kriteria
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa berdasarkan data hisab, posisi hilal saat Matahari terbenam pada 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia berada pada rentang -2° 24,71’ hingga 0° 58,08’. Sementara sudut elongasi tercatat antara 0° 56,39’ hingga 1° 53,60’.
“Secara perhitungan, posisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” jelas Arsad.
Ia menambahkan bahwa ijtimak (konjungsi) diperkirakan terjadi pada hari yang sama pukul 19.01 WIB, atau setelah waktu Magrib di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini semakin memperkecil kemungkinan hilal dapat terlihat.
Meski demikian, pemerintah tetap menunggu laporan rukyat dari lapangan sebelum menetapkan keputusan final.
“Seluruh data hisab dan hasil rukyat akan dibahas dalam sidang isbat sebelum ditetapkan secara resmi oleh Menteri Agama,” tegasnya.
Imbauan Menunggu Keputusan Resmi
Kemenag mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi sidang isbat sebagai dasar penetapan awal Ramadan di Indonesia. Proses yang melibatkan berbagai unsur ini dilakukan untuk memastikan keputusan yang transparan, akuntabel, dan dapat diterima seluruh umat Islam.
Mengacu pada Kalender Hijriah Kemenag, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, Kemenag menegaskan bahwa tanggal tersebut masih bersifat prediksi berdasarkan hisab dan belum final.
Kepastian awal puasa akan ditentukan setelah konfirmasi hasil rukyatulhilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, umat Islam di Tanah Air diharapkan tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah sebelum memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Laporan: Redaksi
- Penulis: OLank Zakaria

Saat ini belum ada komentar