Breaking News
light_mode
Trending Tags

4 Oknum TNI Diamankan dalam Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Dugaan Dalang Menguat

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
  • comment 0 komentar

JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus akhirnya memasuki babak baru yang mengejutkan. Aparat mengamankan sejumlah terduga pelaku, termasuk empat oknum prajurit TNI aktif, memicu spekulasi luas tentang kemungkinan adanya skenario terorganisir di balik serangan brutal tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, empat anggota yang telah diamankan berasal dari satuan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Mereka masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Keempatnya kini berada dalam penanganan intensif oleh Polisi Militer TNI untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, penyelidikan kepolisian juga mengarah pada dua sosok lain berinisial BHC dan MAK yang diduga berperan sebagai eksekutor lapangan. Keduanya disebut-sebut sebagai pelaku langsung penyiraman air keras terhadap korban di lokasi kejadian.

Perbedaan jalur penanganan antara aparat TNI dan kepolisian dalam mengungkap identitas pelaku justru membuka ruang pertanyaan baru. Apakah kedua kelompok ini saling terkait dalam satu jaringan? Ataukah terdapat struktur perintah yang lebih kompleks?

Sumber internal penegak hukum menyebutkan bahwa penyidik kini tengah mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual yang berada di balik peristiwa ini. Dugaan tersebut menguat seiring ditemukannya pola pergerakan pelaku yang dinilai tidak spontan, melainkan terencana.

“Ini tidak terlihat sebagai aksi tunggal. Ada indikasi kuat perencanaan dan koordinasi,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, organisasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan tidak berhenti pada pelaku lapangan. Mereka menekankan pentingnya membuka secara terang benderang siapa pihak yang memerintahkan atau mendanai aksi tersebut.

Kasus ini pun menjadi sorotan nasional dan memicu kekhawatiran luas terkait keamanan aktivis serta kebebasan sipil di Indonesia. Sejumlah kalangan menilai, jika benar terdapat keterlibatan aparat, maka ini merupakan ujian serius bagi komitmen penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih.

Hingga saat ini, kondisi Andrie Yunus masih dalam perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya. Dukungan publik terus mengalir, sementara tekanan terhadap aparat untuk mengusut tuntas kasus ini semakin menguat.

Perkembangan kasus ini dipastikan belum berakhir. Publik kini menanti, apakah penyidikan akan benar-benar menembus hingga ke aktor intelektual, atau justru berhenti pada pelaku teknis semata.

Laporan: Radaksi

4 Oknum TNI Diamankan dalam Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Dugaan Dalang Menguat
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angin Kencang Terjang Kendari, Sejumlah Rumah Rusak photo_camera 1

    Angin Kencang Terjang Kendari, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (10/4/2026), menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah permukiman warga. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan atap bangunan terlepas dan terbawa angin. Peristiwa ini terjadi di beberapa titik, di antaranya di BTN Tapalosa, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua. Di lokasi tersebut, […]

  • Menghapus Wajah Rakyat, Melindungi Wajah Penguasa: Demokrasi di Bawah Kabut Asap UU No. 20/2025 photo_camera 1

    Menghapus Wajah Rakyat, Melindungi Wajah Penguasa: Demokrasi di Bawah Kabut Asap UU No. 20/2025

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Oleh: Olank Zakaria Tanggal 2 Januari 2026 akan tercatat dalam sejarah bukan sebagai lompatan reformasi, melainkan sebagai hari berkabungnya demokrasi substansial. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, yang berlindung di balik narasi indah “perlindungan HAM” dan “modernisasi”, pada hakikatnya adalah operasi bedah plastik hukum untuk mempercantik wajah kekuasaan yang bobrok. Ia tidak dirancang untuk keadilan, tapi untuk mengamankan […]

  • Pesawat Smart Air Ditembak di Bandara Koroway Papua, Pilot dan Kopilot Tewas, 13 Penumpang Termasuk Balita Selamat photo_camera 1

    Pesawat Smart Air Ditembak di Bandara Koroway Papua, Pilot dan Kopilot Tewas, 13 Penumpang Termasuk Balita Selamat

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    PAPUA | SUARAEMPATPILAR.com — Insiden penembakan pesawat perintis kembali mengguncang wilayah Papua. Pesawat milik maskapai Smart Air dilaporkan ditembak kelompok tak dikenal saat mendarat di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel. Dalam peristiwa ini, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri, namun pilot dan kopilot dilaporkan meninggal dunia. Polisi menyebut seluruh penumpang pesawat Smart Air berhasil melarikan […]

  • Kecelakaan Maut di Jalan Bypass Kolaka–Pomala, Petani Tewas di Tempat photo_camera 1

    Kecelakaan Maut di Jalan Bypass Kolaka–Pomala, Petani Tewas di Tempat

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Poros Bypass Kolaka–Pomala, tepatnya di Desa Totobo, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/3/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal diketahui berinisial H (60), […]

  • Tim PKM USN Kolaka Berdayakan Desa Lalonona Lewat Inovasi Tepung Talas Gluten-Free photo_camera 1

    Tim PKM USN Kolaka Berdayakan Desa Lalonona Lewat Inovasi Tepung Talas Gluten-Free

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 353
    • 0Komentar

    KONAWE | SUARAEMPATPILAR.COM – Upaya penguatan ekonomi berbasis potensi lokal terus dilakukan oleh Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, Tim PKM USN Kolaka melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Lalonona, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, dengan fokus pada pengolahan talas menjadi tepung bebas gluten (gluten-free). Kegiatan tersebut didukung pendanaan […]

  • Rangkap Jabatan ASN Jadi Anggota BPD di Konawe Selatan Disorot, Diduga Langgar UU Desa dan UU ASN photo_camera 1

    Rangkap Jabatan ASN Jadi Anggota BPD di Konawe Selatan Disorot, Diduga Langgar UU Desa dan UU ASN

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 218
    • 0Komentar

    KONAWE SELATAN | SUARAEMPATPILAR.com – Fenomena aparatur sipil negara (ASN) yang merangkap jabatan sebagai anggota maupun ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Konawe Selatan mulai menuai sorotan serius. Praktik ini dinilai berpotensi melanggar sejumlah regulasi dan membuka ruang konflik kepentingan dalam tata kelola pemerintahan desa. Secara normatif, ketentuan larangan rangkap jabatan bagi anggota BPD […]

expand_less