Kunjungan Pulau Bokori Tembus 6.176 Wisatawan, Pemprov Sultra Targetkan 10 Ribu Pengunjung
- account_circle Kontributor La Ode Zailudin
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara terus memperkuat tata kelola destinasi unggulan daerah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Bokori selama periode libur panjang Maret 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Bokori pada 21 hingga 31 Maret 2026 tercatat mencapai 6.176 orang, dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp52.155.000.
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap Pulau Bokori sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Sultra.
“Total kunjungan mencapai 6.176 wisatawan dengan PAD sekitar Rp52 juta. Ini menunjukkan Pulau Bokori masih menjadi destinasi favorit, terutama saat libur panjang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tren kunjungan selama periode tersebut bersifat fluktuatif dengan lonjakan signifikan pada 23 Maret yang mencapai 2.565 wisatawan dalam satu hari. Sementara itu, pada 22 Maret tercatat 1.580 pengunjung dan 25 Maret sebanyak 520 pengunjung.
Tak hanya jumlah wisatawan, tingkat pemanfaatan fasilitas juga menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 26 kali penggunaan villa dan 26 kali penggunaan gazebo. Selain itu, mobilitas kendaraan wisatawan mencapai 238 unit sepeda motor dan 175 unit mobil.
Meski demikian, Pemprov Sultra menilai angka tersebut masih jauh dari potensi maksimal. Ridwan menyebut, dengan pengelolaan yang optimal, kunjungan wisata ke Pulau Bokori berpeluang menembus angka 10.000 wisatawan dalam periode yang sama.
“Potensi kita besar. Kalau pengelolaan dimaksimalkan, kunjungan bisa tembus 10 ribu. Karena itu, pembenahan terus kami lakukan, terutama di sisi pengawasan dan manajemen lapangan,” tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pariwisata Sultra kini fokus pada penguatan sistem pemungutan retribusi, peningkatan disiplin petugas, serta pengawasan ketat di seluruh akses masuk kawasan wisata.
Sebagai langkah konkret, pemerintah juga telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) PAD Pariwisata yang melibatkan CPNS dan PPPK guna memperkuat pengelolaan di lapangan.
“Kami menekankan kepada seluruh petugas agar bekerja secara disiplin dan transparan. Pengawasan juga kami perketat agar seluruh pengunjung dapat terdata dengan baik,” lanjut Ridwan.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada wisatawan agar memastikan setiap pembayaran retribusi dilakukan melalui jalur resmi guna mencegah praktik pungutan liar.
“Kami minta pengunjung tidak melakukan pembayaran tanpa karcis resmi. Jika menemukan pelanggaran, segera laporkan,” tambahnya.
Dengan berbagai langkah pembenahan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis Pulau Bokori akan semakin berkembang sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Kontributor La Ode Zailudin

Saat ini belum ada komentar