Aksi Jilid II Tetenggolasa Memanas! Massa Paksa Audit Desa, Inspektorat Teken Komitmen Resmi
- account_circle Kontributor Amrul
- calendar_month Rab, 8 Apr 2026
- comment 0 komentar
KONAWE SELATAN | SUARAEMPATPILAR.com – Gelombang tekanan publik kembali memuncak. Aliansi Masyarakat Desa Tetenggolasa bersama elemen mahasiswa mengguncang pusat pemerintahan Kabupaten Konawe Selatan dalam aksi demonstrasi jilid II yang berlangsung panas dan penuh tekanan politik.
Aksi lanjutan ini tidak sekadar simbolik. Massa berhasil memaksa otoritas daerah mengambil langkah konkret: audit investigatif terhadap Pemerintah Desa Tetenggolasa.
Pergerakan massa dimulai dari Kantor Inspektorat Daerah Konawe Selatan. Dalam suasana yang dipenuhi tekanan argumentatif dan tuntutan keras, akhirnya tercapai kesepakatan krusial. Kepala Inspektorat menyatakan secara resmi kesiapannya melakukan audit menyeluruh terhadap Kepala Desa Tetenggolasa beserta seluruh jajarannya.
Yang membuat situasi semakin dramatis, komitmen tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan. Pernyataan itu dituangkan dalam dokumen resmi di atas segel, bahkan disertai jaminan jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional.
Jenderal Lapangan aksi, Tommy Pranata Bachari, menegaskan bahwa dokumen tersebut menjadi bukti nyata kemenangan tekanan rakyat.
“Kami tidak datang untuk sekadar mendengar janji manis. Dokumen hitam di atas putih ini adalah bukti bahwa desakan rakyat memiliki kekuatan hukum. Jaminan jabatan menunjukkan persoalan ini sangat serius dan tidak bisa lagi ditunda,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, massa kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Konawe Selatan. Dalam momen yang disebut sebagai “kemenangan diplomasi jalanan”, Bupati turun langsung menemui massa aksi.
Di hadapan demonstran, Bupati menyatakan komitmen tegas untuk menuntaskan polemik di Desa Tetenggolasa. Bahkan, ia langsung menginstruksikan Inspektorat untuk mempercepat proses audit tanpa hambatan birokrasi.
Menanggapi hal tersebut, Tommy kembali menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir.
“Kehadiran Bupati adalah bukti suara rakyat akhirnya didengar. Instruksi percepatan audit kami apresiasi. Tapi ini baru awal. Kami akan terus mengawal,” ujarnya.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan pernyataan sikap tegas: aliansi akan tetap siaga dan tidak memberi ruang bagi upaya pelemahan proses hukum.
Dalam pernyataan penutupnya, Tommy menegaskan ultimatum keras kepada pemerintah daerah:
“Kami pulang membawa bukti dan janji. Tapi jika di lapangan ada indikasi permainan atau ketidakjujuran, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar. Keadilan untuk warga Tetenggolasa adalah harga mati.”
Situasi ini menjadi sorotan publik dan berpotensi membuka babak baru dalam transparansi pemerintahan desa di Konawe Selatan.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Kontributor Amrul

Saat ini belum ada komentar