Breaking News
light_mode
Trending Tags

Anton Timbang Jadi Tersangka, Bareskrim Dituding Tebang Pilih Kasus Tambang Sultra

  • account_circle Kontributor La Ode Zailudin
  • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Penetapan tersangka terhadap Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, memicu gelombang polemik dan sorotan tajam dari berbagai kalangan. Keputusan yang diambil oleh Bareskrim Mabes Polri itu dinilai menyisakan banyak kejanggalan dan memunculkan pertanyaan serius terkait asas keadilan hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Kendari dan wilayah Sulawesi Tenggara secara umum. Sejumlah pihak menilai penegakan hukum dalam sektor pertambangan terkesan tidak merata, bahkan diduga “tebang pilih”.

Sorotan utama mengarah pada fakta bahwa PT Masempodalle disebut bukan satu-satunya perusahaan tambang yang beroperasi tanpa Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Berdasarkan data Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), sedikitnya terdapat sekitar 30 perusahaan tambang di Sultra yang hanya dikenai sanksi administratif melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 391.K/MB.01/MEM.B/2025 tertanggal 1 Desember 2025.

Namun, hanya PT Masempodalle yang berujung pada proses hukum pidana, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Dewan Pembina GPMI, Alfin Pola, secara tegas mempertanyakan langkah aparat penegak hukum tersebut.

“Ini menimbulkan tanda tanya besar. Kenapa perusahaan lain tidak tersentuh, sementara hanya PT Masempodalle yang diproses hukum? Ada kepentingan apa di balik ini? Di mana letak keadilan?” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa pihak kontraktor atau pelaksana lapangan yang diduga langsung melakukan aktivitas di kawasan hutan lindung justru tidak tersentuh proses hukum. Padahal, menurutnya, PT Masempodalle hanya berstatus sebagai pemegang izin usaha pertambangan (IUP), bukan pelaksana teknis di lapangan.

Lebih jauh, Alfin mengungkapkan dugaan adanya pelanggaran prosedur dalam penetapan tersangka terhadap Anton Timbang. Ia menyebut, yang bersangkutan dikabarkan belum pernah diperiksa sebelumnya, baik sebagai saksi maupun terlapor.

“Penetapan tersangka seharusnya didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah dan melalui prosedur hukum yang benar. Tidak masuk akal jika seseorang langsung ditetapkan sebagai tersangka tanpa pemeriksaan terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP yang mengatur bahwa proses penetapan tersangka harus dilakukan secara sah dan transparan.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya putusan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 yang memperluas objek praperadilan, termasuk penetapan tersangka, sehingga dapat diuji keabsahannya di pengadilan.

Menurutnya, jika benar surat penetapan tersangka tidak disampaikan sesuai prosedur, maka hal itu berpotensi cacat secara yuridis dan melanggar hak konstitusional seseorang.

“Penetapan tersangka tanpa pemeriksaan berpotensi merugikan, karena hak untuk memberikan atau menolak keterangan tidak dapat digunakan secara proporsional dalam proses penyidikan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polri terkait tudingan tebang pilih maupun dugaan pelanggaran prosedur tersebut.

Kasus ini diperkirakan akan terus bergulir dan menjadi perhatian publik, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum di sektor pertambangan Sulawesi Tenggara.

Laporan: Redaksi

Anton Timbang Jadi Tersangka, Bareskrim Dituding Tebang Pilih Kasus Tambang Sultra
  • Penulis: Kontributor La Ode Zailudin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belanja Negara di Sultra Capai Rp643,51 Miliar, Transfer ke Daerah Tembus Rp2,8 Triliun photo_camera 1

    Belanja Negara di Sultra Capai Rp643,51 Miliar, Transfer ke Daerah Tembus Rp2,8 Triliun

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menunjukkan geliat positif di awal tahun 2026. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra mencatat realisasi belanja negara pemerintah pusat di wilayah Bumi Anoa telah mencapai Rp643,51 miliar hingga 28 Februari 2026. Kepala Kanwil DJPb Sultra, Iman Widhiyanto, […]

  • Wisata Budaya Kolaka: Jejak Sejarah Sangia Ni Bandera dan Rumah Adat Komali photo_camera 1

    Wisata Budaya Kolaka: Jejak Sejarah Sangia Ni Bandera dan Rumah Adat Komali

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 251
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Di tengah gemuruh modernisasi yang mengubah wajah berbagai daerah di Indonesia, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, justru menawarkan sebuah perjalanan waktu yang kontemplatif. Di sinilah, jejak peradaban besar Kerajaan Mekongga masih terpahat kukuh, menjadi identitas budaya yang tak lekang oleh zaman. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kini mulai mempromosikan beberapa obyek wisata […]

  • Wagub Sultra Hugua Dorong Optimalisasi Aset Kelautan, Target PAD Naik Hingga Rp500 Juta photo_camera 1

    Wagub Sultra Hugua Dorong Optimalisasi Aset Kelautan, Target PAD Naik Hingga Rp500 Juta

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 218
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset strategis di sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Benih Udang Mata dan Balai Jasa Dok Perbengkelan pada Kamis (26/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya […]

  • Hakim Tolak Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas, Kuasa Hukum: Ini Preseden Buruk! photo_camera 1

    Hakim Tolak Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas, Kuasa Hukum: Ini Preseden Buruk!

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 201
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Perlawanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui jalur praperadilan resmi berakhir kandas. Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan secara tegas menolak seluruh permohonan yang diajukan Yaqut terkait penetapan status tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024. Namun, kekalahan ini tidak diterima begitu saja […]

  • Trump Disorot Gagal Hadapi Iran, AS Dinilai Kehilangan Kendali di Tengah Era Multipolar photo_camera 1

    Trump Disorot Gagal Hadapi Iran, AS Dinilai Kehilangan Kendali di Tengah Era Multipolar

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 180
    • 0Komentar

    TAHERAN | SUARAEMPATPILAR.com – Ketegangan geopolitik global kembali memanas seiring memuncaknya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Di tengah situasi yang terus berkembang, sejumlah analisis keras mulai bermunculan, menyebut posisi Washington kian terdesak baik di medan militer maupun diplomasi. Sorotan tajam mengarah pada kepemimpinan Donald Trump yang dinilai gagal membaca perubahan peta kekuatan global. Narasi […]

  • Mencekam! Buruh Lokal Berdarah, Dugaan Penganiayaan TKA China Picu Kerusuhan di PT IPIP Kolaka photo_camera 1

    Mencekam! Buruh Lokal Berdarah, Dugaan Penganiayaan TKA China Picu Kerusuhan di PT IPIP Kolaka

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Kawasan pembangunan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) mendadak berubah jadi arena mencekam. Kericuhan hebat pecah antara Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan tenaga kerja lokal, hanya beberapa jam lalu. Potongan video yang kini beredar luas memperlihatkan aksi saling kejar dan kepanikan massal di lokasi proyek. Api amarah ratusan buruh lokal tersulut usai mencuat […]

expand_less