Breaking News: Iran Hujani Israel dan Pangkalan AS dengan Rudal Generasi Baru, Be’er Sheva Jadi Target
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 7 Mar 2026
- comment 0 komentar
TAHERAN | SUARAEMPATPILAR.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan gelombang ke-23 serangan dalam Operasi Janji Sejati 4. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (6/3/2026) waktu setempat, IRGC mengklaim berhasil menghantam sejumlah target strategis di wilayah Israel dan pangkalan milik Amerika Serikat di kawasan Teluk .
Serangan terbaru ini dilakukan dengan kombinasi drone dan rudal balistik generasi baru. “Dalam gelombang ini, rudal berbahan bakar padat dan cair generasi baru menargetkan sasaran di wilayah pendudukan dan pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut,” demikian bunyi pernyataan IRGC yang dikutip dari media Iran, Press TV, Sabtu (7/3/2026) .
Target AS di Bahrain, Kuwait, hingga Yordania
IRGC menyebutkan bahwa rudal-rudal tersebut berhasil menghantam sejumlah instalasi militer vital milik AS. “Markas besar pasukan teroris AS di pangkalan Sheikh Isa, Juffair, Ali al-Salem, dan al-Azraq termasuk di antara target yang dihantam dalam gelombang ini,” tegas pernyataan tersebut .
Pangkalan-pangkalan yang dimaksud berlokasi di tiga negara sekutu AS, yakni Bahrain (Pangkalan Sheikh Isa), Kuwait (Pangkalan Ali al-Salem dan Juffair), serta Yordania (Pangkalan al-Azraq) .
Be’er Sheva Jadi Sasaran di Wilayah Israel
Di dalam wilayah Israel, IRGC mengeklaim serangan difokuskan pada kota Be’er Sheva yang disebut sebagai pusat teknologi rezim Israel. Target yang dihantam meliputi “pusat teknologi canggih, fasilitas keamanan siber, dan pusat dukungan militer” .
Kota Be’er Sheva sebelumnya juga dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran pada 2 Maret 2026, yang melukai sedikitnya 15 orang .
Rudal Canggih Khorramshahr-4 hingga Fattah Dikerahkan
Dalam operasi ini, IRGC mengerahkan sistem rudal tercanggih yang mereka miliki, termasuk rudal Khorramshahr-4, Kheibar, dan Fattah . Menurut laporan media Xinhua, rudal Khorramshahr-4 yang digunakan pada gelombang sebelumnya bahkan disebut membawa hulu ledak seberat dua ton dan mampu melesat dengan kecepatan di atas Mach 14 .
Rudal Fattah sendiri dikenal sebagai rudal hipersonik Iran yang memiliki kemampuan manuver tinggi di luar atmosfer, membuatnya sulit dihadang sistem pertahanan udara .
Menanggapi serangan tersebut, militer Israel mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka sedang beroperasi untuk mencegat ancaman. “Kami mengidentifikasi rudal yang ditembakkan dan sistem pertahanan kami aktif untuk mencegat ancaman,” demikian pernyataan militer Israel .
Balasan atas Agresi AS-Israel
Operasi Janji Sejati 4 ini diluncurkan Iran sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel yang menargetkan wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan warga sipil serta menghantam sekolah, rumah sakit, dan masjid di berbagai kota Iran .
Dalam pernyataan sebelumnya, IRGC menegaskan bahwa fase-fase operasi ini bertujuan untuk “menghancurkan propaganda arogan penindasan global yang mengklaim kemampuan pertahanan Iran melemah” .
IRGC juga mengklaim bahwa operasi mereka telah mencapai target hingga “jantung kota Tel Aviv dan Al-Quds yang diduduki” serta menghantam kapal induk Abraham Lincoln dan sebuah kapal perusak AS di Samudra Hindia .
Situasi di Timur Tengah dipastikan akan terus memanas, dengan Iran berjanji akan melanjutkan serangan jika agresi masih berlangsung. Masyarakat internasional kini menanti respons lebih lanjut dari AS dan Israel atas eskalasi dramatis ini.
Laporan: Tim Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar