Kendari Diguncang 5 Gempa Dangkal, BMKG Sebut Dipicu Sesar Kendari North
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 18 Apr 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diguncang serangkaian gempa bumi tektonik sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 18 April 2026. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sedikitnya lima gempa bermagnitudo kecil terjadi dalam rentang beberapa jam di sekitar wilayah tersebut.
Gempa pertama tercatat berkekuatan magnitudo 2,1 pada pukul 18.15 WIB. Episenternya berada sekitar 6 kilometer timur laut Kendari dengan kedalaman dangkal, yakni 2 kilometer. Tak lama berselang, tepatnya pukul 18.35 WIB, gempa kedua dengan magnitudo 2,3 kembali terjadi di 5 kilometer timur Kendari pada kedalaman 4 kilometer.
Aktivitas seismik berlanjut hingga malam hari. Pada pukul 23.05 WIB, gempa magnitudo 1,8 terdeteksi di 17 kilometer barat laut Kendari dengan kedalaman 7 kilometer. Sementara itu, gempa terkuat dalam rangkaian ini terjadi pada Sabtu pukul 00.41 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,5. Episenternya berada 4 kilometer tenggara Kendari pada kedalaman 5 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa gempa-gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Kendari North, salah satu sesar lokal aktif di wilayah Sulawesi Tenggara.
Guncangan dirasakan warga Kendari dengan intensitas skala III MMI. Getaran terasa nyata di dalam rumah, dengan sensasi seperti kendaraan berat melintas. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut.
BMKG juga mencatat satu gempa tambahan berkekuatan magnitudo 1,8 pada pukul 03.12 WIB yang berlokasi sekitar 7 kilometer selatan Kendari dengan kedalaman 5 kilometer. Namun, hingga pukul 01.00 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock yang signifikan.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta untuk selalu mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG guna menghindari kepanikan.
Pemantauan aktivitas seismik di wilayah Kendari masih terus dilakukan secara intensif, termasuk mengkaji potensi pergerakan sesar lokal yang dapat memicu gempa di masa mendatang.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar