Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kejahatan Seksual di Kolaka: Terancam Badik & Direkam 6 Pelaku

  • account_circle Suara Empat Pilar
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
  • comment 0 komentar

KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Seorang perempuan muda umur 22 tahun menjadi korban kejahatan seksual terencana di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Korban dipaksa berhubungan badan di bawah ancaman senjata tajam jenis badik, kemudian aksinya direkam oleh dua orang laki-laki.

Peristiwa ini dilaporkan korban bersama ibunya, Habiba, ke Polsek Wolo dan didampingi oleh Korwil Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kolaka.

Bermula dari Ajakan Nongkrong

Kejadian bermula pada 1 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 Wita. Korban yang disamarkan namanya menjadi Bunga dijemput oleh seorang teman perempuan bernama Ulfa. Ulfa mengajak Bunga menghabiskan waktu di Lapangan Wolo.

Tanpa curiga, Bunga pun ikut.

Mereka berada di lokasi hingga pukul 23.20 Wita. Saat itu hujan turun dengan deras. Alih-alih mengantar pulang, Ulfa justru mengajak Bunga berpindah ke Tamborasi. Di sana, Ulfa ditemani oleh dua laki-laki bernama Aril dan Tesar.

Rumah Kosong dan Tengah Malam yang Mencekam

Di Tamborasi, rombongan tersebut memasuki sebuah rumah kosong. Rumah itu disebut-sebut milik paman dari Tesar.

Sekitar pukul 24.00 Wita, seorang pria bernama Anjas datang. Anjas adalah paman Tesar. Ia mendobrak pintu rumah kosong dengan keras.

Semua orang di dalam rumah diperintahkan berkumpul di ruang tamu.

Di hadapan rombongan itu, Anjas mengeluarkan sebilah badik dan mengacungkannya ke arah Bunga.

“Lakukan hubungan suami istri dengan keponakanku (Tesar), atau saya bunuh kamu sekarang,” kata Anjas mengancam, berdasarkan keterangan korban yang diterima TRC PPA.

Karena ketakutan akan nyawanya, Bunga tidak berdaya. Ia terpaksa menuruti perintah Anjas.

Adegan Direkam sebagai Alat Tekan

Kejahatan tidak berhenti sampai di situ. Sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, Anjas memanggil dua rekannya, Fikri dan Roni.

Keduanya diperintahkan untuk merekam video adegan persetubuhan yang dialami Bunga.

TRC PPA Kolaka menilai perekaman ini sebagai bentuk kekerasan psikis berlapis. Rekaman itu berpotensi digunakan untuk mengintimidasi korban agar tidak melapor.

Korban dan Ibu Melapor ke Polisi

Merasa hak dan kehormatannya dirampas secara paksa, Bunga bersama ibunya, Habiba, akhirnya melapor ke Polsek Wolo.

Mereka juga meminta pendampingan ke Korwil TRC PPA Kolaka untuk perlindungan hukum dan pemulihan trauma.

“Kami mendampingi korban secara psikologis dan hukum. Korban masih dalam trauma berat. Ini kejahatan terencana, bukan spontanitas,” ujar seorang anggota TRC PPA yang enggan disebut namanya.

Enam Orang Diduga Terlibat

Berdasarkan laporan korban, setidaknya enam orang diduga terlibat dalam kejadian ini, yaitu Ulfa, Aril, Tesar, Anjas, Fikri, dan Roni.

Anjas disebut sebagai otak pelaku. Ia yang mengancam korban dengan badik dan memerintahkan perekaman.

Tesar adalah keponakan Anjas yang dipaksa menyetubuhi korban.

Ulfa berperan sebagai umpan yang menjemput dan membawa korban ke lokasi.

Aril ikut mengantar korban, sementara Fikri dan Roni bertugas merekam adegan kejahatan.

Polisi Masih Selidiki

Hingga berita ini diturunkan, Polsek Wolo belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelidikan. Namun, keluarga korban dan TRC PPA berharap aparat segera menangkap seluruh pelaku.

“Jangan sampai ada korban lain yang mengalami nasib seperti anak saya,” kata Habiba, ibu korban.

TRC PPA juga mengimbau masyarakat yang mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual untuk segera melapor ke kepolisian atau lembaga pendampingan terdekat.

Laporan: Tim Redaksi

  • Penulis: Suara Empat Pilar
  • Editor: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nama Bupati Bombana Terseret Kasus Dugaan Penguasaan Lahan di Padang Pajjongai photo_camera 1

    Nama Bupati Bombana Terseret Kasus Dugaan Penguasaan Lahan di Padang Pajjongai

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 402
    • 0Komentar

    BOMBANA | SUARAEMPATPILAR.COM – Aroma skandal agraria mengguncang Sulawesi Tenggara. Bupati Bombana, Burhanuddin, resmi dilaporkan ke Subdit II Ditreskrimum Polda Sultra atas dugaan penyerobotan lahan warga seluas 1.888 hektare di kawasan Padang Pajjongai, Desa Waemputang. Tak sendirian, laporan yang diajukan Suwandi Susi Saenong selaku ahli waris juga menyeret Kepala Dinas PUPR Bombana, Sofian Baco. Keduanya […]

  • Sat Narkoba Polres Kolaka Amankan NHA dengan 11 Paket Sabu, Terancam Hukuman Seumur Hidup photo_camera 1

    Sat Narkoba Polres Kolaka Amankan NHA dengan 11 Paket Sabu, Terancam Hukuman Seumur Hidup

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 173
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com — Satuan Narkoba Polres Kolaka kembali menorehkan hasil dalam pemberantasan narkotika. Seorang terduga pengedar sabu berinisial NHA (umur belum disebut) diringkus di Jalan Konggoasa, Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, pada Rabu (4/3/2026) malam. Dari tangannya, polisi menyita 11 sachet sabu dengan berat bruto 4,82 gram beserta sejumlah barang bukti lainnya. Pengungkapan ini dipimpin langsung […]

  • Irjen Pol Didik Agung Widjanarko Jabat Kapolda SULTRA, Ini Susunan Lengkap 36 Kapolda photo_camera 1

    Irjen Pol Didik Agung Widjanarko Jabat Kapolda SULTRA, Ini Susunan Lengkap 36 Kapolda

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 376
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan secara besar-besaran di akhir tahun 2025. Berdasarkan keputusan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tertanggal 15 Desember 2025, sebanyak 1.086 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) mengalami pergeseran jabatan. Dari total mutasi tersebut, 928 personel mendapatkan promosi maupun […]

  • Spot Kuliner Ramadhan 2026 Kendari Diserbu Warga, Kadispar Sultra: Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat photo_camera 1

    Spot Kuliner Ramadhan 2026 Kendari Diserbu Warga, Kadispar Sultra: Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Suasana Ramadhan di Kota Kendari tahun ini terasa lebih semarak. Ribuan warga memadati pelataran parkir GOR Apriyani Rahayu pada Minggu (22/2/2026) dalam gelaran Spot Kuliner Ramadhan 2026 x Recto Festival, sebuah ajang ekonomi kreatif yang dinilai sukses menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata daerah. Festival yang diselenggarakan oleh MESUKO tersebut menghadirkan ratusan […]

  • 19 Tahun Konawe Utara Mekar, Jalan Warga Tapunggaya–Tapuemea–Mandiodo Masih Terabaikan: LIRA Sultra Tuding Pemda Tutup Mata photo_camera 1

    19 Tahun Konawe Utara Mekar, Jalan Warga Tapunggaya–Tapuemea–Mandiodo Masih Terabaikan: LIRA Sultra Tuding Pemda Tutup Mata

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 858
    • 0Komentar

    KONAWE UTARA | SUARAEMPATPILAR.com – Di tengah gegap gempita perayaan 19 tahun Kabupaten Konawe Utara mekar, jeritan warga Desa Tapunggaya, Tapuemea, dan Mandiodo justru semakin nyaring terdengar. Jalan umum yang setiap hari mereka lalui belum juga tersentuh perbaikan. Aspirasi yang berulang kali disuarakan dalam forum Musrenbang disebut hanya menjadi “janji manis” tanpa realisasi nyata. DPW […]

  • Nyawa Taruhan, RSUD Koltim Malah Suruh Pasien Konfirmasi ke Kendari photo_camera 1

    Nyawa Taruhan, RSUD Koltim Malah Suruh Pasien Konfirmasi ke Kendari

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 470
    • 0Komentar

    KOLAKA TIMUR | SUARAEMPATPILAR.COM – Di saat nyawa manusia berada di ujung tanduk, birokrasi justru hanya berdiri di depan pintu pertolongan. Itulah yang tergambar dalam sebuah video viral yang memperlihatkan pasien bernama Alfat diduga tidak mendapatkan penanganan medis di RSUD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), meski kondisinya disebut membutuhkan tindakan segera. Peristiwa memilukan itu terjadi pada […]

expand_less