Revitalisasi Pendidikan Sultra Tuntas, APBN–APBD Kucurkan Hampir Rp200 Miliar
- account_circle Kontributor Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 10 Jan 2026
- visibility 431
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan peresmian dipusatkan di SMAN 7 Kendari, Sabtu pagi (10/1/2026), dan dihadiri jajaran kementerian, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan sektor pendidikan.
Peresmian ini menjadi penanda komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan yang layak di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas kepercayaan menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari pelaksanaan program strategis nasional revitalisasi satuan pendidikan, termasuk pengadaan Papan Interaktif Digital (PID) Merah Putih.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri beserta jajaran. Kami berharap program strategis seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian,” ujar Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka secara simbolis menandatangani prasasti peresmian pembangunan empat unit sekolah baru, yaitu:
- SMAN 1 Ngapa
- SMAN 3 Tomia
- SMAN 3 Kulisusu Utara
- SMAN 1 Pakue Utara
Selain pembangunan sekolah baru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menyalurkan bantuan revitalisasi terhadap 147 sekolah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total nilai bantuan lebih dari Rp72 miliar. Bantuan tersebut mencakup perbaikan gedung sekolah, peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran, serta rehabilitasi sarana yang sudah tidak layak.

Sementara itu, Mendikdasmen RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. meresmikan secara simbolis 81 sekolah hasil revitalisasi serta dua unit sekolah baru yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Program revitalisasi yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut memiliki total anggaran sekitar Rp122 miliar.
Gubernur Sultra menegaskan bahwa ke depan, arah kebijakan revitalisasi pendidikan akan lebih difokuskan pada wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal), khususnya daerah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
“Pemerataan pendidikan adalah kunci. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di wilayah kepulauan dan daerah terpencil memiliki akses pendidikan yang sama, baik dari sisi fasilitas, teknologi pembelajaran, maupun kualitas layanan pendidikan,” tegas Gubernur.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen RI menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam menyukseskan program revitalisasi satuan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa realisasi program revitalisasi di Sulawesi Tenggara telah mencapai 100 persen, sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah. Kami berharap seluruh sarana dan prasarana yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, dan benar-benar mendukung peningkatan mutu pembelajaran,” ujar Mendikdasmen.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan fisik sekolah harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik, agar manfaat revitalisasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh peserta didik dan generasi muda Sulawesi Tenggara.
Dengan adanya program revitalisasi ini, pemerintah berharap kualitas lingkungan belajar semakin meningkat, kesenjangan antarwilayah dapat ditekan, serta tercipta sistem pendidikan yang lebih inklusif, modern, dan berdaya saing di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Kontributor Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar