Breaking News
light_mode
Trending Tags

6.922 PPPK Paruh Waktu Terima SK dan NIP di Muna, Ribuan Rela Digaji Rp0 Demi Status dan Pengabdian

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
  • comment 0 komentar

MUNA | SUARAEMPATPILAR.COM – Haru dan dilema bercampur menjadi satu di halaman Kantor Bupati Muna, Rabu (21/1). Sebanyak 6.922 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sekaligus Nomor Induk Pegawai (NIP). Sebuah pengakuan negara yang selama ini dinanti ribuan tenaga honorer.

Namun di balik seremoni itu, tersimpan kisah pengabdian yang sunyi. Dari total 6.922 PPPK Paruh Waktu, hanya sekitar 2.000 orang yang mendapatkan gaji, sementara lebih dari 4.000 lainnya rela digaji Rp0, asalkan status mereka diakui dan masa depan tetap terbuka.

Mereka yang digaji Rp0 mayoritas berasal dari tenaga teknis, sementara tenaga pendidik (guru) dan tenaga kesehatan (nakes) masih memperoleh penghasilan melalui dana BOS dan dana Kapitasi.

Verifikasi Berkas dan Realita Anggaran

Kepala BKPSDM Muna, Hidayat Ardi Ponto, menjelaskan bahwa jumlah awal PPPK Paruh Waktu sebenarnya mencapai 6.997 orang, namun setelah verifikasi berkas, jumlahnya menyusut menjadi 6.922 orang.

“Yang tidak mendapatkan gaji (Rp0) didominasi tenaga teknis. Untuk jumlah pastinya masih diverifikasi, sekitar 3.000-an orang, kurang lebih separuh,” ujarnya.

Data ini menunjukkan realitas pahit yang harus dihadapi pemerintah daerah: keterbatasan anggaran di satu sisi, dan kewajiban moral menyelamatkan ribuan tenaga honorer di sisi lain.

Kebijakan Penyelamatan Honorer

Sekda Muna, Eddy Uga, menegaskan bahwa pengangkatan 6.922 PPPK Paruh Waktu merupakan kebijakan strategis Bupati Muna, Bachrun Labuta, untuk mengakhiri ketidakpastian status ribuan honorer yang telah lama mengabdi.

“Jumlah honorer Pemda Muna hampir 7.000 orang, sementara kuota sesuai petunjuk BKN dan MenpanRB hanya sekitar 2.000-an. Dengan kebijakan Bupati, seluruh honorer itu diselamatkan melalui skema PPPK Paruh Waktu,” jelas Eddy.

Menurutnya, penetapan gaji Rp0 dalam perjanjian kerja bersifat insidentil, bukan permanen.

“Guru tetap digaji dari dana BOS, nakes dari dana Kapitasi. Yang Rp0 itu mereka yang sebelumnya tidak dibiayai APBD. Perjanjian Rp0 dibuat karena kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu,” tambahnya.

Bupati: Negara Hadir, Meski Belum Sempurna

Bupati Muna Bachrun Labuta menegaskan bahwa Pemkab Muna tidak menutup mata terhadap nasib tenaga honorer. Namun ia juga jujur mengakui keterbatasan fiskal daerah.

“Yang menerima gaji dari APBD adalah yang masuk SK Bupati, sekitar 2.000-an orang. Di luar itu, tidak boleh. Mereka akan menerima gaji dari tempat tugas masing-masing secara sukarela,” katanya.

Meski begitu, Bachrun menekankan bahwa PPPK Paruh Waktu bukan tenaga kelas dua.

“PPPK Paruh Waktu bukan sekadar pelengkap. Mereka bagian penting dari pelayanan publik. Saya berharap kita satu barisan, bekerja sesuai tupoksi, disiplin, dan menjaga kondusifitas,” pesannya.

Pengabdian yang Tak Ternilai Rupiah

Keputusan ribuan PPPK Paruh Waktu menerima gaji Rp0 demi mengantongi NIP menjadi potret nyata pengabdian tanpa pamrih. Di tengah keterbatasan, mereka memilih tetap berdiri, berharap suatu hari kebijakan berpihak lebih adil.

Kisah ini bukan sekadar tentang angka dan anggaran, tetapi tentang keteguhan hati para pelayan publik yang tetap setia mengabdi, meski kesejahteraan belum sepenuhnya berpihak.

Laporan: Redaksi

6.922 PPPK Paruh Waktu Terima SK dan NIP di Muna, Ribuan Rela Digaji Rp0 Demi Status dan Pengabdian
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Senam Garuda Mepokoaso 2026 Meriah, Gubernur Sultra Dorong Generasi Sehat photo_camera 1

    Lomba Senam Garuda Mepokoaso 2026 Meriah, Gubernur Sultra Dorong Generasi Sehat

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 200
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat mewarnai Lapangan Eks MTQ Kendari, Minggu (26/4/2026), saat ribuan pelajar ambil bagian dalam Lomba Senam Anak Indonesia Hebat Garuda Mepokoaso Tahun 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang juga […]

  • USN, UNSULTRA dan STIP Muna: PTS Milik Pemda di Masa Lalu? photo_camera 1

    USN, UNSULTRA dan STIP Muna: PTS Milik Pemda di Masa Lalu?

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Dr. H. Azhari, S.Stp., M.Si
    • visibility 620
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Polemik terkait kepemimpinan dan legalitas yayasan Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA) belakangan ini menjadi perhatian publik Sulawesi Tenggara. Isu yang berkembang tidak hanya menyangkut figur rektor, tetapi juga menyentuh aspek mendasar: status kepemilikan, pengelolaan yayasan, serta relasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi swasta yang didirikan di masa lalu. Tulisan ini merupakan […]

  • Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta, Polisi Selidiki Pelaku photo_camera 1

    Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta, Polisi Selidiki Pelaku

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 240
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Insiden ini memicu kecaman luas dari berbagai kalangan masyarakat sipil serta mendorong aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku […]

  • Sekda Sultra Wakili Gubernur Peringatan Hari Disabilitas, Ajak Masyarakat Hapus Stigma dan Diskriminasi Anak. photo_camera 1

    Sekda Sultra Wakili Gubernur Peringatan Hari Disabilitas, Ajak Masyarakat Hapus Stigma dan Diskriminasi Anak.

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Suara Empat Pilar Com. Kendari, — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025 dengan tema “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusi dan Berkelanjutan.” Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari dan dipusatkan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra. Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., […]

  • Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Sultra 2025, Sekda Wakili Gubernur Hadiri Acara photo_camera 1

    Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Sultra 2025, Sekda Wakili Gubernur Hadiri Acara

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menghadiri Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik se-Sulawesi Tenggara Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Claro Kendari, Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda Sultra, para Bupati […]

  • Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata Iran “Bencana Politik”, Netanyahu Diserang photo_camera 1

    Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata Iran “Bencana Politik”, Netanyahu Diserang

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 147
    • 0Komentar

    TEL AVIV | SUARAEMPATPILAR.com – Gelombang kritik keras mengguncang pemerintahan Israel. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran justru memicu badai politik di dalam negeri, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadi sasaran serangan brutal dari kubu oposisi. Langkah penghentian sementara serangan selama dua minggu yang diprakarsai Donald Trump dinilai bukan sebagai kemenangan diplomasi melainkan simbol […]

expand_less