Gubernur Sultra Umumkan Hasil Seleksi Eselon III dan IV, Terapkan Sistem Merit
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Kam, 9 Apr 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan. Komitmen ini ditunjukkan dengan diumumkannya hasil seleksi pejabat administrator (eselon III) dan pejabat pengawas (eselon IV) oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Kendari, Rabu (8/4/2026), sebagai bagian dari langkah strategis membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berbasis kompetensi.
Dalam keterangannya, Gubernur membagi hasil seleksi ke dalam dua kategori, yakni “lolos” dan “lulus”. Peserta yang masuk kategori “lolos” merupakan kandidat terpilih yang akan segera menduduki jabatan dan dijadwalkan dilantik dalam waktu 5–6 hari ke depan, setelah melalui proses pertimbangan teknis.
Sementara itu, peserta dengan kategori “lulus” dinilai telah memenuhi kualifikasi, namun belum mendapatkan posisi. Nama-nama tersebut akan dimasukkan dalam bank data talenta sebagai cadangan strategis untuk pengisian jabatan di masa mendatang, termasuk peluang promosi ke jenjang yang lebih tinggi.
Dari sisi jumlah peserta, seleksi jabatan eselon III diikuti oleh 83 orang untuk mengisi 27 peta jabatan. Sedangkan seleksi eselon IV diikuti oleh 68 peserta yang memperebutkan 24 posisi yang tersedia.
Menariknya, Gubernur juga menyoroti kualitas kandidat dari kalangan tenaga medis yang dinilai sangat kompetitif dan memiliki kapasitas tinggi. Hal ini membuat proses seleksi berlangsung lebih ketat dan selektif.
Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat dua peta jabatan yang akhirnya dibatalkan. Keputusan tersebut diambil karena hanya terdapat satu kandidat yang diusulkan, sehingga tidak memenuhi prinsip kompetisi terbuka dalam sistem merit.
Dalam arahannya, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa penerapan sistem merit bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam menciptakan birokrasi yang efektif dan berorientasi pada hasil.
“Kita ingin merubah sistem. Jika sistemnya berjalan baik, maka organisasi akan efektif dan anggaran tepat sasaran. Tidak ada yang kebetulan, semua berdasarkan kompetensi dan integritas,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa evaluasi kinerja akan terus dilakukan secara berkala terhadap pejabat yang terpilih. Jika dalam pelaksanaannya tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pergantian dengan kandidat lain yang telah masuk dalam bank talenta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sultra dalam menghadirkan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Marilah kita bekerja bukan untuk saya, tetapi untuk Sulawesi Tenggara. Karena kita ingin Sulawesi Tenggara yang maju,” tutup Gubernur.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar