Sultra Diguncang Sejumlah Gempa, Dua Getaran Terasa di Kolaka Timur dan Buton
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 14 Mar 2026
- visibility 82
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dilaporkan mengalami aktivitas gempa bumi pada Jumat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari menyebutkan bahwa gempa-gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa dari beberapa kejadian gempa yang tercatat, terdapat dua gempa bumi yang dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Yang pertama terjadi di Kabupaten Kolaka Timur dengan magnitudo 3,2 pada pukul 07.48 Wita, dan yang kedua di Kabupaten Buton dengan magnitudo 3,2 pada pukul 11.55 Wita,” kata Nasrol Adil saat dihubungi di Kendari, Jumat.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa di Kabupaten Kolaka Timur berada pada koordinat 4,07 Lintang Selatan dan 121,85 Bujur Timur. Lokasi gempa berada di darat sekitar 8 kilometer di selatan Kolaka Timur dengan kedalaman 4 kilometer.
Dari estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa tersebut menimbulkan getaran dengan intensitas III MMI di wilayah Kolaka Timur serta II–III MMI di Kabupaten Kolaka.
Menurut Nasrol, pada skala tersebut getaran dapat dirasakan cukup jelas di dalam rumah. Masyarakat biasanya merasakan getaran seperti truk besar yang melintas, sementara benda-benda di rumah seperti jendela dan pintu dapat berderik, bahkan dinding terkadang menimbulkan bunyi.
Sementara itu, gempa kedua terjadi di Kabupaten Buton dengan magnitudo 3,2. Episenter gempa berada pada koordinat 5,66 Lintang Selatan dan 122,82 Bujur Timur, atau sekitar 17 kilometer di selatan wilayah Buton dengan kedalaman 13 kilometer.
Berdasarkan peta guncangan BMKG, getaran gempa tersebut dirasakan di wilayah Kecamatan Wabula dengan intensitas II–III MMI. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti ada truk yang berlalu,” jelas Nasrol.
Selain dua gempa yang dirasakan masyarakat tersebut, BMKG juga mencatat tiga gempa bumi lain dengan magnitudo kecil di wilayah Sulawesi Tenggara. Gempa tersebut masing-masing berkekuatan magnitudo 1,6 di Kabupaten Konawe Selatan, magnitudo 1,7 di Kolaka Timur, serta magnitudo 1,6 di Kabupaten Kolaka.
BMKG memastikan bahwa rangkaian gempa tersebut merupakan aktivitas seismik kecil yang berkaitan dengan pergerakan sesar aktif di wilayah Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait gempa bumi.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar