Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Sultra, Pelni Kendari Siapkan Antisipasi Lonjakan Penumpang
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 14 Mar 2026
- visibility 76
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Provinsi Sulawesi Tenggara diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan, baik pada jalur transportasi darat, laut, maupun udara. Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai puncaknya pada H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri, sementara arus balik diprediksi memuncak pada 24, 25, dan 28 Maret 2026.
Mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) melalui Cabang Kendari telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran pelayanan penumpang selama periode mudik Lebaran.
Kepala Cabang PELNI Kendari, Andi Ramdan Ikbal, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk penguatan layanan di pelabuhan utama yang menjadi titik keberangkatan dan kedatangan pemudik.
“Seluruh pelabuhan utama di Sulawesi Tenggara, termasuk Pelabuhan Kendari dan Tobaku, kami tingkatkan pengawasan serta koordinasi dengan aparat terkait guna memastikan proses pelayaran berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar Andi Ramdan Ikbal.
Menurutnya, kesiapan tersebut diharapkan mampu mengakomodasi lonjakan pengguna jasa transportasi laut selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Selain peningkatan pengawasan, PELNI juga melakukan penyesuaian fasilitas di pelabuhan, mulai dari penambahan kapasitas layanan penumpang hingga percepatan proses pelayanan guna menghindari kepadatan berlebih di area terminal.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat yang hendak merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Pihak PELNI juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan jadwal keberangkatan serta mematuhi arahan petugas di pelabuhan selama masa puncak arus mudik berlangsung.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, mobilitas masyarakat di Sulawesi Tenggara selama periode Lebaran diharapkan dapat berjalan aman dan lancar, sekaligus mendukung suasana kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi antar keluarga.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar