Gubernur Andi Sumangerukka Dorong Revitalisasi Sekolah di Buton Tengah, Anggarkan Miliaran untuk Pendidikan
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Ming, 15 Mar 2026
- comment 0 komentar
BUTON TENGAH | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur sekolah serta pemberian dukungan langsung kepada para siswa.
Komitmen tersebut disampaikan saat kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan di Kabupaten Buton Tengah, Sabtu (15/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau langsung pembangunan kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi sekaligus mendorong revitalisasi sejumlah sekolah menengah atas di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka melihat secara langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi yang tengah dikembangkan. Program ini dirancang sebagai pusat pendidikan yang menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, modern, serta mampu mendukung pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi siswa.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan arah kemajuan daerah. Karena itu, penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang unggul, kompetitif, dan mampu bersaing di masa depan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Melalui revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat ini, kami ingin memastikan anak-anak kita memperoleh fasilitas pendidikan yang baik dan setara dengan daerah lain,” ujar Andi Sumangerukka.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Pemerintah Provinsi Sultra juga telah mengalokasikan anggaran revitalisasi sejumlah sekolah menengah atas di Kabupaten Buton Tengah pada tahun anggaran 2026.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa sekolah, antara lain SMA 2 Mawasangka sebesar Rp1,2 miliar, SMA 3 Mawasangka Rp1,3 miliar, SMA 2 Mawasangka Tengah Rp1,1 miliar, SMA 1 Sangia Wambulu Rp1,1 miliar, SMA 2 Lakudo Rp738 juta, serta SMA 3 Gu sebesar Rp86 juta.
Selain pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan, perhatian terhadap kesejahteraan siswa juga diwujudkan melalui program bantuan seragam sekolah gratis. Bantuan ini merupakan dukungan pribadi Gubernur melalui Yayasan ASR yang disalurkan kepada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Muna, siswa di Kabupaten Muna Barat, serta siswa di Kabupaten Buton Tengah.
Program bantuan seragam tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan para siswa dapat mengikuti proses belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri.
“Pembagian seragam sekolah ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa terbebani biaya tambahan,” katanya.
Melalui berbagai program penguatan sektor pendidikan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap kualitas sumber daya manusia di daerah dapat terus meningkat. Peningkatan mutu pendidikan juga diharapkan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Sultra sekaligus mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar