Zakat Jadi Instrumen Kesejahteraan, Gubernur Sultra Perkuat Peran BAZNAS
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Kam, 19 Mar 2026
- visibility 73
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk mengoptimalkan penunaian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Tenggara. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pendistribusian dana ZIS melalui Program Semarak Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa ZIS bukan sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga merupakan instrumen strategis yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Menurutnya, pengelolaan dana umat secara profesional dan transparan mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial serta memperkuat ekonomi masyarakat.
“Zakat, infak, dan sedekah memiliki kekuatan besar untuk mendorong kesejahteraan umat jika dikelola dengan baik. Ini bukan hanya ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan sosial,” ujar Gubernur.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Program Semarak Ramadan yang digelar oleh BAZNAS Sultra. Program tersebut menghadirkan berbagai bentuk bantuan sosial, mulai dari santunan bagi anak yatim, pembagian paket Ramadan untuk kaum dhuafa, bantuan bagi keluarga fakir dan miskin, hingga dukungan operasional bagi lembaga tahfidz Al-Qur’an di wilayah Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, program ini memiliki dampak nyata, terutama dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri, sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga bentuk kehadiran negara dan kepedulian bersama dalam membantu sesama,” tambahnya.
Gubernur Andi Sumangerukka juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sultra atas komitmen dalam mengelola dana umat secara akuntabel dan profesional. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para muzakki, munfiq, dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran ZIS melalui lembaga resmi tersebut.
Sebagai langkah strategis, Gubernur menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra untuk mengaktifkan kembali Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing instansi. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat sistem pengumpulan ZIS yang lebih terstruktur dan terkoordinasi.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga amil zakat, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan ZIS dapat semakin optimal. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar