Gubernur Andi Sumangerukka Salurkan Ratusan Alsintan untuk Petani Sultra, Dorong Produktivitas Pertanian 2026
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Sen, 6 Apr 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia guna mendorong percepatan pembangunan sektor pertanian di tengah keterbatasan anggaran daerah. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diguyurkannya ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di Sultra.
Sepanjang tahun 2025, Sultra memperoleh bantuan alsintan dalam jumlah signifikan. Bantuan tersebut meliputi 100 unit traktor roda dua (TR-2), 52 unit traktor roda empat (TR-4), 10 unit combine harvester, 25 unit pompa air berkapasitas tiga inci, serta tiga unit drone untuk aplikasi pestisida dan pemupukan.
Penyaluran bantuan ini terus digencarkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra hingga tahun 2026. Teranyar, bantuan alsintan disalurkan ke Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur pada Sabtu (4 April 2026), dipimpin langsung Kepala Distanak Sultra, Prof. Muhammad Taufik.
Sebanyak empat kelompok tani menerima bantuan traktor roda dua, masing-masing satu kelompok tani di Konawe dan tiga kelompok tani di Kolaka Timur. Selain itu, enam kelompok tani di Kolaka Timur, khususnya di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai, mendapat bantuan pompa air sebagai langkah mitigasi menghadapi kekeringan ekstrem.
Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Gubernur kembali berhasil mendatangkan tambahan 40 unit TR-2. Sebelumnya, Sultra juga memperoleh alokasi program cetak sawah seluas 10 ribu hektare yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dengan demikian, total luas program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare.
Distribusi alsintan dilakukan secara proporsional berdasarkan luas lahan baku sawah (LBS) di masing-masing wilayah. Sistem pemanfaatannya bersifat pinjam pakai dan bergilir antar kelompok tani, sehingga dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Alsintan ini tidak dimiliki secara permanen oleh kelompok tani tertentu. Setelah digunakan, alat tersebut dapat dipergilirkan ke kelompok lain yang membutuhkan. Penyaluran ini juga tidak dipungut biaya,” jelas Prof. Muhammad Taufik, Senin (6 April 2026).
Program alsintan ini menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi Sultra dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan meningkatkan efisiensi produksi. Penggunaan traktor diharapkan mempercepat pengolahan lahan, sementara pompa air menjadi solusi cepat bagi petani yang menghadapi kekeringan guna mencegah gagal panen.
Selain itu, combine harvester membantu mempercepat proses panen untuk meminimalkan potensi kerugian pascapanen, sedangkan drone menjadi inovasi teknologi dalam mendukung efisiensi pemupukan dan perawatan tanaman.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan sektor pertanian harus berbasis solusi dan teknologi. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus hadir mendampingi petani dalam kondisi apa pun,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar