Kapolda Sultra Tekankan Disiplin dan Respons Cepat dalam Upacara Nasional
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Jum, 17 Apr 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Didik Agung Widjanarko, memimpin langsung Upacara Kesadaran Nasional periode April 2026 di Lapangan Apel Presisi Mapolda Sultra, Jumat (17/4/2026).
Upacara tersebut diikuti oleh Wakapolda Sultra Gidion Arief Setyawan, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polri dan PNS di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa Upacara Kesadaran Nasional bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai dasar pengabdian sebagai anggota Polri.
“Upacara ini menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin, integritas, serta tanggung jawab kita sebagai anggota Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya di hadapan ratusan personel.
Jenderal bintang dua tersebut juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Tenggara tetap kondusif.
Namun, di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang, Kapolda mengingatkan agar seluruh personel tidak lengah. Ia menginstruksikan penguatan langkah preemtif melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas serta peningkatan patroli dialogis di tengah masyarakat.
Kapolda bahkan menyoroti kinerja Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra yang dinilai berhasil membangun rasa aman dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Tak hanya fokus pada pengamanan, Didik juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif. Ia mendorong pemanfaatan program “Jumat Curhat” serta media sosial sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Saya tekankan kepada seluruh personel agar mampu merespons dengan cepat setiap informasi masyarakat. Jangan sampai ada permasalahan atau keluhan warga yang menjadi viral, namun kita terlambat atau tidak tanggap,” tegasnya.
Menurutnya, kecepatan respons dan kepekaan terhadap situasi sosial menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Menutup arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa kehadiran polisi tidak cukup hanya secara fisik, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui komunikasi yang aktif dan pendekatan humanis.
“Kepekaan dan kedekatan inilah yang perlu diwujudkan guna memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” pungkasnya.
Upacara ini sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan, seiring tuntutan masyarakat terhadap kinerja aparat yang semakin tinggi.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar