Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dukung Ketahanan Pangan: Dari Kebun Rutan Raha, WBP Belajar Bertani dan Menanam Harapan Menuju Kemandirian

  • account_circle Suara Empat Pilar
  • calendar_month Jum, 2 Okt 2026
  • comment 0 komentar
PLH Kepala Rutan Kelas IIB Raha bersama pegawai Lapas panen terung dari hasil binaan WBP

RAHA | SUARAEMPATPILAR.com — Lahan kebun di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raha kembali menghasilkan. Kali ini, tanaman terong yang dirawat melalui program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) memasuki masa panen.

Kegiatan panen terong tersebut berlangsung di lahan kebun Rutan Raha, Selasa (29/9/2026). Panen dipimpin langsung oleh PLH Kepala Rutan Kelas IIB Raha, Muhammad Arafad, SH., bersama jajaran pejabat dan petugas Rutan Raha.

Panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian sekaligus mendukung upaya pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan.

Dari Kebun Rutan Menjadi Sarana Pembinaan

Bagi Rutan Raha, aktivitas bercocok tanam tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian. Lebih dari itu, kebun menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi WBP untuk memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.

Dalam prosesnya, WBP terlibat dalam kegiatan pertanian yang dilakukan secara rutin, mulai dari merawat tanaman hingga menunggu hasil panen.

Proses tersebut mengajarkan bahwa hasil tidak diperoleh secara instan. Tanaman membutuhkan perawatan, ketekunan dan waktu sebelum akhirnya dapat dipanen.

Hasil panen terong yang diperoleh menjadi salah satu bukti dari proses pembinaan tersebut.

Bekal Keterampilan untuk Kembali ke Masyarakat

PLH Kepala Rutan Kelas IIB Raha, Muhammad Arafad, mengatakan kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya memberikan keterampilan kepada WBP agar mereka memiliki bekal produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Muhammad Arafad, SH. PLH Kepala Rutan Kelas IIB Raha saat penen terung dari hasil binaan WBP

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan WBP selama berada di dalam Rutan, tetapi juga bagaimana mereka dipersiapkan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas.

“Melalui kebun ini kita mengajarkan arti sabar, tanggung jawab, dan harapan. Dari tanah yang diolah dengan hati, lahir hasil yang berkah,” ungkap Muhammad Arafad.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa aktivitas bercocok tanam di lingkungan Rutan juga memiliki nilai pembelajaran. WBP tidak hanya diajak bekerja, tetapi juga belajar merawat proses hingga memperoleh hasil.

Keterampilan sederhana seperti bercocok tanam dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan produktif yang dapat dikembangkan ketika WBP kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hasil Panen untuk Kebutuhan Rutan

Selain menjadi hasil dari program pembinaan kemandirian, terong yang dipanen juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Rutan Raha.

Pemanfaatan hasil kebun tersebut membuat kegiatan pertanian memiliki manfaat langsung bagi lingkungan Rutan sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Program seperti ini juga membuka ruang bagi pemanfaatan lahan yang tersedia agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, sembari memberikan pengalaman kerja kepada WBP.

Dengan demikian, satu kegiatan dapat memberikan beberapa manfaat sekaligus: menjadi sarana pembinaan, menghasilkan komoditas pangan, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan kemandirian kepada WBP.

Rutan Raha berharap kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian dapat terus dikembangkan. Bagi WBP, setiap tanaman yang tumbuh hingga menghasilkan panen bukan hanya soal hasil kebun, tetapi juga bagian dari proses mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan produktif di tengah masyarakat.

Laporan: Redaksi

  • Penulis: Suara Empat Pilar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Negosiasi Iran-AS di Pakistan Buntu, Ketegangan Meningkat photo_camera 1

    Negosiasi Iran-AS di Pakistan Buntu, Ketegangan Meningkat

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 204
    • 0Komentar

    ISLAMABAD | SUARAEMPATPILAR.com – Proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung di Pakistan dilaporkan masih buntu setelah lebih dari 15 jam perundingan tanpa kesepakatan berarti. Situasi di lokasi pertemuan disebut semakin tegang dengan meningkatnya tekanan politik dan isu keamanan. Tim negosiasi Iran menegaskan tetap mempertahankan posisi mereka terkait sejumlah isu strategis, termasuk hak […]

  • Warga Terdampak Banjir Kali Wanggu Mulai Terserang Penyakit, Pemprov Sultra Siagakan Layanan photo_camera 1

    Warga Terdampak Banjir Kali Wanggu Mulai Terserang Penyakit, Pemprov Sultra Siagakan Layanan

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Zailudin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat penanganan dampak banjir di kawasan Kali Wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Selain fokus pada evakuasi dan kebutuhan logistik, Pemprov Sultra kini meningkatkan layanan kesehatan bagi warga yang mulai terserang penyakit pascabanjir. Tim medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Sultra disiagakan di lokasi pengungsian […]

  • Pengawas PT Toshida Diserang Massa di Kolaka, Diduga Terorganisir photo_camera 1

    Pengawas PT Toshida Diserang Massa di Kolaka, Diduga Terorganisir

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    KOLAKA |SUARAEMPATPILAR.com – Insiden kekerasan serius mengguncang kawasan pertambangan di Desa Lamedai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (10/4/2026). Seorang karyawan PT Toshida Indonesia dilaporkan mengalami luka berat setelah diserang oleh massa yang diduga terorganisir. Korban diketahui bernama La Ode Tahir (39), yang bekerja sebagai pengawas jalan produksi di perusahaan tersebut. Ia mengalami luka […]

  • Gubernur Sultra Apresiasi Wakapolri, Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka photo_camera 1

    Gubernur Sultra Apresiasi Wakapolri, Resmikan Jembatan Dhira Brata di Kolaka

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 233
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen (Pol) Dedi Prasetyo, dalam rangka peresmian Jembatan Dhira Brata, sejumlah infrastruktur strategis, serta penyerahan hibah lahan untuk jajaran Polda Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 20 April 2026, di Kabupaten Kolaka. Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen […]

  • Pemprov Sultra Prioritaskan Infrastruktur Wisata, Ridwan Badallah: Akses Jadi Kunci Lonjakan Wisatawan photo_camera 1

    Pemprov Sultra Prioritaskan Infrastruktur Wisata, Ridwan Badallah: Akses Jadi Kunci Lonjakan Wisatawan

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 217
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata dengan fokus utama pada pembenahan akses infrastruktur menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Bumi Anoa. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan strategi pengembangan pariwisata […]

  • THR PPPK Paruh Waktu Makassar 2026 Dipastikan Cair, Pemkot Siapkan Anggaran Hingga Rp86 Miliar photo_camera 1

    THR PPPK Paruh Waktu Makassar 2026 Dipastikan Cair, Pemkot Siapkan Anggaran Hingga Rp86 Miliar

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 274
    • 0Komentar

    MAKASSAR | SUARAEMPATPILAR.com – Kabar gembira datang bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar, khususnya yang berstatus paruh waktu. Pada tahun 2026 ini, mereka dipastikan akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR), sama seperti aparatur lainnya di lingkup pemerintah kota. Kepastian tersebut tertuang dalam Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 2 Tahun […]

expand_less