Breaking News
light_mode
Trending Tags

AMBULANS LAUT MATI, WARGA KABAENA ‘DITINGGAL NEGARA’: Angkut Jenazah Bayar Rp17 Juta, Pasien Dirujuk Pakai Perahu Kayu

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
  • visibility 150
  • comment 0 komentar

BOMBANA | SUARAEMPATPILAR.COM – Krisis ambulans laut di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kini berubah menjadi potret telanjang kegagalan pelayanan dasar negara di wilayah kepulauan. Di saat nyawa dan jenazah membutuhkan kehadiran negara, warga justru dipaksa bertahan dengan perahu kayu dan ongkos puluhan juta rupiah.

Fakta memilukan ini meledak ke ruang publik setelah akun Facebook Sahrul Gelo membeberkan kondisi darurat tersebut. Unggahannya viral dan memantik satu pertanyaan tajam: ke mana peran pemerintah saat warganya bertaruh nyawa?

Negara Absen di Tengah Duka

Dalam sepekan terakhir, setidaknya empat jenazah warga Pulau Kabaena harus diseberangkan ke Kasipute tanpa dukungan ambulans laut pemerintah. Keluarga korban terpaksa menyewa transportasi laut swasta dengan biaya yang mencekik.

“Carter perahu kayu minimal Rp5 juta, speedboat bisa sampai Rp17 juta,” tulis Sahrul.

Biaya tersebut harus ditanggung keluarga di tengah duka dan kelelahan, setelah sebelumnya bergulat dengan biaya pengobatan. Bagi warga kurang mampu, situasi ini nyaris mustahil.

“Ini bukan lagi soal mahal, tapi soal tidak adanya pilihan,” ungkapnya.

Ambulans Laut Ada, Tapi Mati Total

Ironisnya, Pemerintah Kabupaten Bombana sebenarnya memiliki speedboat ambulans laut lengkap dengan anggaran BBM, sebagaimana disampaikan Dinas Kesehatan melalui layanan PSC 119.

Namun armada tersebut rusak dan tidak bisa digunakan.

Tak berhenti di situ, alternatif lain berupa layanan pengantaran gratis dari PT TMS juga lumpuh karena armada mereka mengalami kerusakan serupa. Artinya, seluruh sistem transportasi darurat laut di Kabaena praktis kolaps.

Kondisi makin parah setelah diketahui dermaga milik Dinkes Bombana roboh dan tak layak pakai, menutup peluang operasional kapal, terutama saat malam hari dan pasang-surut ekstrem.

“Pemerintah hanya jago beli barang, tapi lumpuh soal perawatan,” kritik Sahrul keras.

Pasien Disuruh Bertaruh Nyawa

Dampak terburuk krisis ini dialami pasien rujukan. Dalam unggahan bertajuk “KABAENA DARURAT AMBULANS LAUT”, Sahrul memperlihatkan pasien yang harus dirujuk menggunakan perahu kayu sederhana, tanpa standar keselamatan medis.

Padahal, BMKG memprediksi kondisi laut tidak bersahabat. Risiko terbalik, keterlambatan penanganan medis, hingga kematian di laut menjadi ancaman nyata.

“Kalau ini terjadi di kota, pasti sudah jadi isu nasional,” tulis seorang netizen.

APBD Dipertanyakan, DPRD Didesak Buka Suara

Situasi ini memicu desakan keras kepada Pemda dan DPRD Bombana agar tidak lagi menutup mata. Sahrul secara terbuka meminta APBD 2026 diarahkan secara serius untuk:

  • Pemeliharaan rutin ambulans laut
  • Ketersediaan operator dan sistem siaga 24 jam
  • Pembangunan dermaga strategis dan aman
  • Sosialisasi nomor darurat ke seluruh desa Kabaena

“Jangan berlindung di balik efisiensi anggaran, sementara rakyat membayar mahal untuk hak hidup mereka,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi Pemkab Bombana maupun DPRD, sementara kemarahan publik terus membesar di media sosial.

Laporan: Redaksi

AMBULANS LAUT MATI, WARGA KABAENA ‘DITINGGAL NEGARA’: Angkut Jenazah Bayar Rp17 Juta, Pasien Dirujuk Pakai Perahu Kayu
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Black Box ATR IAT Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Tim SAR Hadapi Tebing 150 Meter photo_camera 1

    Black Box ATR IAT Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Tim SAR Hadapi Tebing 150 Meter

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 274
    • 0Komentar

    PANGKEP | SUARAEMPATPILAR.COM — Setelah berjibaku dengan medan ekstrem, cuaca tak menentu, dan tebing curam yang mengancam keselamatan, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi kotak hitam (black box) pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dari lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). Keberhasilan ini menjadi tonggak krusial dalam rangkaian operasi pencarian […]

  • Residivis Curanmor Kendari Ditembak Polisi, Beraksi di 31 TKP dan Lawan Petugas photo_camera 1

    Residivis Curanmor Kendari Ditembak Polisi, Beraksi di 31 TKP dan Lawan Petugas

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Aksi tegas aparat kembali menumbangkan pelaku kriminal jalanan. Tim Buser 77 Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari berhasil menangkap residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial DW (23), Jumat (27/2/2026). Penangkapan berlangsung di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Namun, proses penangkapan berlangsung dramatis lantaran pelaku melakukan perlawanan sengit terhadap petugas. […]

  • SKANDAL DANA BENCANA KOLAKA MELEDAK! Temuan BPK Ungkap Dugaan Korupsi Hampir Rp1 Miliar di BPBD, Aktivis Desak Kejati Sultra Tetapkan Tersangka photo_camera 1

    SKANDAL DANA BENCANA KOLAKA MELEDAK! Temuan BPK Ungkap Dugaan Korupsi Hampir Rp1 Miliar di BPBD, Aktivis Desak Kejati Sultra Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Dana yang seharusnya menyelamatkan korban bencana justru diduga disalahgunakan. Pajak negara ratusan juta disebut “menghilang”, pejabat tinggi daerah ikut terseret. KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com — Skandal dugaan penyalahgunaan anggaran kebencanaan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengguncang publik. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun Anggaran 2024 mengungkap indikasi penyimpangan dana BPBD Kolaka dengan nilai […]

  • Alih Fungsi Aset Negara Jadi Kedai Boba, Pemprov Sultra Siapkan Langkah Penertiban photo_camera 1

    Alih Fungsi Aset Negara Jadi Kedai Boba, Pemprov Sultra Siapkan Langkah Penertiban

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 401
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menyoroti penggunaan aset daerah yang dinilai tidak sesuai peruntukan. Dua aset vital yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Tanukila kini menjadi target penertiban setelah ditemukan adanya pelanggaran administrasi dan operasional oleh pihak yang tidak lagi berwenang. Persoalan tanah di sepanjang Jalan Ahmad Yani […]

  • Angin Kencang Terjang Kendari, Sejumlah Rumah Rusak photo_camera 1

    Angin Kencang Terjang Kendari, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (10/4/2026), menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah permukiman warga. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan atap bangunan terlepas dan terbawa angin. Peristiwa ini terjadi di beberapa titik, di antaranya di BTN Tapalosa, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua. Di lokasi tersebut, […]

  • Selat Hormuz Panas: Iran Sita Kapal Kontainer AS-Israel, Perang Dagang Global Terancam photo_camera 1

    Selat Hormuz Panas: Iran Sita Kapal Kontainer AS-Israel, Perang Dagang Global Terancam

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 24
    • 0Komentar

    TAHERAN | SUARAEMPATPILAR.com – Ketegangan di Teluk kembali memuncak ke level yang belum pernah terjadi sejak perang berkobar awal tahun ini. Iran tidak lagi sekadar “menembak peringatan”. Dalam sebuah langkah berani yang disebut sebagai “garis merah” baru, Teheran secara resmi menyita dua kapal kontainer asing yang mencoba kabur dari Teluk, di tengah kebuntuhan total pembicaraan damai dengan […]

expand_less