Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membangun Isu Evaluasi Gubernur Sultra, Penggagasnya Ternyata Eks TNI yang Dipecat Tidak Hormat karena Kasus Pembunuhan Petani

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Rab, 24 Des 2025
  • comment 0 komentar

KENDARI | Suara Empat Pilar. com – Pernyataan kuasa hukum Ruslan Buton yang menyebut kliennya dipecat dari institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) akibat penolakan terhadap tenaga kerja asing (TKA) asal China dinilai sebagai narasi pengalihan isu yang tidak berdasar dan bertentangan dengan fakta hukum.

Beredar sebuah unggahan di media sosial Instagram yang menyebut mantan anggota TNI, Ruslan Buton dipecat karena menolak tenaga kerja asing (TKA) dari China ke Maluku. 

Hasil penelusuran redaksi SuaraEmpatPilar.com mengungkap bahwa pemecatan Ruslan Buton dari TNI murni disebabkan oleh keterlibatannya dalam perkara pidana berat berupa pembunuhan, yang telah diproses melalui mekanisme hukum militer resmi, bukan karena sikap ideologis, politik, maupun penolakan terhadap kebijakan ketenagakerjaan asing.

Faktanya, klaim yang menyebut bahwa Ruslan Buton dipecat dari TNI karena menolak TKA China masuk Maluku ternyata tidak benar. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (AD), Kolonel Inf Nefra Firdaus menyebut bahwa Ruslan Buton dipecat secara tidak hormat dari satuan AD karena terlibat kasus pembunuhan terhadap petani bernama La Gode di Taliabu, Ternate, Maluku Utara, Oktober 2017 silam.

Dokumen dan keterangan dari sumber internal TNI menyebutkan bahwa sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ruslan Buton dijatuhkan berdasarkan putusan hukum yang sah, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI serta hukum pidana militer yang berlaku.

“Tidak ada korelasi antara pemecatan yang bersangkutan dengan isu TKA China. Dasarnya jelas: perkara pembunuhan. Prosesnya melalui peradilan militer dan telah berkekuatan hukum,” ungkap sumber yang mengetahui langsung perkara tersebut.

Klaim kuasa hukum yang mengaitkan pemecatan Ruslan Buton dengan isu TKA China berpotensi menyesatkan publik dan mengaburkan akar persoalan hukum yang sebenarnya. Narasi tersebut bahkan dinilai dapat memancing sentimen publik dengan memainkan isu sensitif yang tidak relevan dengan perkara pokok.

Sejumlah pengamat hukum militer menegaskan bahwa TNI memiliki prosedur ketat dalam menjatuhkan sanksi pemecatan, terlebih terhadap prajurit aktif. Pemecatan tidak dapat dilakukan hanya karena perbedaan pendapat atau sikap kritis, melainkan harus didasarkan pada putusan pengadilan militer atas pelanggaran berat.

“Jika alasan pemecatan adalah pembunuhan, maka itu kategori pelanggaran paling serius dalam institusi militer. Tidak ada ruang untuk ditafsirkan sebagai bentuk represi terhadap sikap politik,” tegas seorang pakar hukum pidana militer.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan satu pun bukti hukum, putusan pengadilan, atau dokumen resmi TNI yang mendukung klaim bahwa Ruslan Buton dipecat karena menolak tenaga kerja asing asal China. Sebaliknya, seluruh fakta hukum yang berhasil dihimpun justru menguatkan bahwa pemecatan tersebut adalah konsekuensi langsung dari tindak pidana pembunuhan.

Pelurusan informasi ini agar ruang publik tidak dipenuhi narasi manipulatif, sekaligus untuk menjaga marwah institusi negara dari upaya pembelokan fakta demi kepentingan pembelaan personal.

Redaksi SuaraEmpatPilar.com menegaskan komitmen untuk terus mengedepankan jurnalisme berbasis fakta, dokumen, dan penelusuran mendalam, terutama terhadap isu-isu yang berpotensi dipelintir demi membangun opini publik yang keliru.

(Tim Redaksi)

Membangun Isu Evaluasi Gubernur Sultra, Penggagasnya Ternyata Eks TNI yang Dipecat Tidak Hormat karena Kasus Pembunuhan Petani
  • Penulis: Olank Zakaria
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT Dugaan Pemerasan Oknum LSM di Konawe Disorot, Aktivis Minta Polisi Usut Dugaan Suap Perusahaan photo_camera 1

    OTT Dugaan Pemerasan Oknum LSM di Konawe Disorot, Aktivis Minta Polisi Usut Dugaan Suap Perusahaan

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 262
    • 0Komentar

    KONAWE | SUARAEMPATPILAR.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Polresta Kendari terkait dugaan pemerasan oleh sejumlah oknum LSM terhadap perusahaan tambang nikel di Kabupaten Konawe kini menjadi sorotan tajam publik. Kasus ini tidak hanya memicu perhatian luas, tetapi juga memunculkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Sorotan tersebut datang dari berbagai kalangan, […]

  • Operasi Gabungan Pajak Kendaraan di Kendari Berjalan Lancar, Kesadaran Warga Meningkat photo_camera 1

    Operasi Gabungan Pajak Kendaraan di Kendari Berjalan Lancar, Kesadaran Warga Meningkat

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Operasi Kepatuhan Pajak gabungan yang melibatkan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara bersama sejumlah instansi terkait berlangsung aman dan tertib di Kota Kendari, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menyasar titik-titik strategis guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor. Operasi dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan dilaksanakan di beberapa lokasi utama, […]

  • PAD Sultra 2026 Tembus 26,05%, Lampaui Target Triwulan I photo_camera 1

    PAD Sultra 2026 Tembus 26,05%, Lampaui Target Triwulan I

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 123
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan capaian positif dalam kinerja pendapatan daerah pada awal tahun 2026. Hingga akhir Maret 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sultra tercatat mencapai 26,05 persen, melampaui target awal triwulan pertama yang dipatok sebesar 25 persen. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa strategi optimalisasi pendapatan daerah yang dijalankan […]

  • Kapolda Sultra Pimpin Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Penanganan Kejahatan Menonjol photo_camera 1

    Kapolda Sultra Pimpin Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Penanganan Kejahatan Menonjol

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 319
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., memimpin langsung Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diikuti seluruh personel Polda Sultra, Senin (19/01/2026). Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra dan dihadiri jajaran pimpinan utama, di antaranya Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, Irwasda […]

  • Peringati HUT ke-65 Jasa Raharja, Ditlantas Polda Sultra Gelar Donor Darah photo_camera 1

    Peringati HUT ke-65 Jasa Raharja, Ditlantas Polda Sultra Gelar Donor Darah

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com, KENDARI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jasa Raharja ke-65, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara melalui Subdirektorat Registrasi dan Identifikasi (Subdit Regident) menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, mulai pukul pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Aula […]

  • Luka di Jantung Rawa Aopa: Saat Hutan Konservasi “Ditumbal” demi Sawit, Rakyat Kecil Menjerit photo_camera 1

    Luka di Jantung Rawa Aopa: Saat Hutan Konservasi “Ditumbal” demi Sawit, Rakyat Kecil Menjerit

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Suara Empat Pilar. Com, KONAWE SELATAN – Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) permata hijau sekaligus benteng terakhir biodiversitas Sulawesi Tenggara, kini tengah sekarat. Ratusan hektar hutan yang seharusnya menjadi rumah aman bagi satwa endemik, kini “disulap” secara ugal-ugalan menjadi hamparan kelapa sawit yang haus air. Di balik hijau daun sawit yang mulai tumbuh, tersimpan […]

expand_less