Breaking News
light_mode
Trending Tags

19 Tahun Konawe Utara Mekar, Jalan Warga Tapunggaya–Tapuemea–Mandiodo Masih Terabaikan: LIRA Sultra Tuding Pemda Tutup Mata

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • comment 0 komentar

KONAWE UTARA | SUARAEMPATPILAR.com – Di tengah gegap gempita perayaan 19 tahun Kabupaten Konawe Utara mekar, jeritan warga Desa Tapunggaya, Tapuemea, dan Mandiodo justru semakin nyaring terdengar. Jalan umum yang setiap hari mereka lalui belum juga tersentuh perbaikan. Aspirasi yang berulang kali disuarakan dalam forum Musrenbang disebut hanya menjadi “janji manis” tanpa realisasi nyata.

DPW LSM LIRA Sulawesi Tenggara secara tegas menilai Pemerintah Daerah Konawe Utara telah mengabaikan keluhan masyarakat tiga desa tersebut. Dalam Musrenbang yang dipusatkan di Kecamatan Molawe, Kamis (12/2), perwakilan warga kembali menyampaikan usulan perbaikan jalan. Namun, harapan itu kembali pupus.

Musrenbang Berujung Ketegangan

Asran Doiyu, Gubernur LSM LIRA Sultra, yang hadir langsung dalam forum tersebut, menyebut terjadi ketegangan saat usulan warga dibantah oleh Sekretaris Daerah Konawe Utara. Pernyataan yang disampaikan dengan nada tinggi dinilai tidak mencerminkan etika pelayanan publik.

Menurut Asran, pemerintah semestinya membuka ruang dialog dan solusi, bukan justru terkesan menutup aspirasi masyarakat. “Pemerintah yang baik adalah yang mengedepankan etika dan kebijaksanaan, bukan arogansi,” tegasnya.

Alasan Konsesi Tambang Dinilai Tak Masuk Akal

Sekda Konawe Utara disebut beralasan bahwa jalan yang diusulkan warga berada dalam wilayah izin konsesi perusahaan tambang nikel, sehingga pemda enggan menganggarkan perbaikan. Alasan ini justru memantik kritik keras.

Asran menilai pemda seharusnya mampu membedakan antara jalan hauling milik perusahaan dan jalan umum milik daerah. Jika benar masuk wilayah konsesi, koordinasi dengan perusahaan adalah kewajiban pemerintah. Namun jika jalan tersebut secara legal tercatat sebagai jalan umum, maka tidak ada alasan untuk tidak menganggarkan perbaikannya.

“Sudah 19 tahun warga menanti. Jangan sampai muncul kesan tiga desa ini bukan bagian dari Konawe Utara,” ujarnya.

Ironi di Tanah Penghasil Nikel

Fakta yang lebih menyentak: Tapunggaya, Tapuemea, dan Mandiodo dikenal sebagai wilayah penghasil nikel dan penyumbang pajak besar bagi daerah. Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor pertambangan dan kehutanan seharusnya kembali ke daerah untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.

Namun realitas di lapangan berbeda jauh. Saat musim kemarau, warga harus berjibaku dengan debu tebal. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan keselamatan jiwa. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan terganggu akibat akses yang memprihatinkan.

LIRA Siap Kawal Hingga ke Pusat

LSM LIRA Sultra menegaskan akan terus mengawal aspirasi warga melalui advokasi kebijakan pemerataan pembangunan. Mereka bahkan membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke tingkat pemerintah pusat apabila pemda tetap bergeming.

Pertanyaan Publik yang Menggantung

Di usia 19 tahun mekar, publik kini mempertanyakan komitmen pemerataan pembangunan di Konawe Utara.

  • Mengapa jalan penghubung tiga desa strategis ini selalu luput dari program prioritas?
  • Ke mana alokasi dana infrastruktur selama ini?
  • Mengapa wilayah penghasil nikel justru tertinggal dalam akses dasar?

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya soal infrastruktur yang dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Warga kini menanti bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata. Sebab bagi mereka, jalan rusak itu bukan statistik pembangunan melainkan realitas pahit yang dilalui setiap hari.

Laporan: Redaksi

19 Tahun Konawe Utara Mekar, Jalan Warga Tapunggaya–Tapuemea–Mandiodo Masih Terabaikan: LIRA Sultra Tuding Pemda Tutup Mata
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Breaking News: Iran Hujani Israel dan Pangkalan AS dengan Rudal Generasi Baru, Be’er Sheva Jadi Target photo_camera 1

    Breaking News: Iran Hujani Israel dan Pangkalan AS dengan Rudal Generasi Baru, Be’er Sheva Jadi Target

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 224
    • 0Komentar

    TAHERAN | SUARAEMPATPILAR.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan gelombang ke-23 serangan dalam Operasi Janji Sejati 4. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (6/3/2026) waktu setempat, IRGC mengklaim berhasil menghantam sejumlah target strategis di wilayah Israel dan pangkalan milik Amerika Serikat di kawasan Teluk . Serangan terbaru ini […]

  • 21 Jam Negosiasi Iran-AS Gagal, Dunia Terancam Eskalasi Konflik photo_camera 1

    21 Jam Negosiasi Iran-AS Gagal, Dunia Terancam Eskalasi Konflik

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    ISLAMABAD | SUARAEMPATPILAR.com – Negosiasi panas antara Iran dan Amerika Serikat resmi berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam di Pakistan. Kegagalan ini langsung memicu kekhawatiran global akan pecahnya kembali konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa meski pembahasan berlangsung intensif, kedua pihak gagal menjembatani perbedaan mendasar. […]

  • Naqsyabandiyah Lebaran Hari Ini, Idulfitri 1447 H Jatuh Kamis 19 Maret 2026 photo_camera 1

    Naqsyabandiyah Lebaran Hari Ini, Idulfitri 1447 H Jatuh Kamis 19 Maret 2026

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Sejumlah jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal, yakni pada Kamis, 19 Maret 2026. Penetapan ini berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perayaan Lebaran lebih awal tersebut dilaksanakan di beberapa daerah, terutama di Sumatera Barat […]

  • Melalui Pangkalan LANUD Kendari, DWP Pemprov Sultra Salurkan Bantuan Untuk Korban  Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar photo_camera 1

    Melalui Pangkalan LANUD Kendari, DWP Pemprov Sultra Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com, Kendari – Melalui Pangkalan LANUD Kendari, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas DWP Pemprov Sultra terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan diserahkan pada Jumat, 12 Desember 2025, melalui […]

  • Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buton Selatan Didalami Bareskrim Polri, Status Segera Naik? photo_camera 1

    Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buton Selatan Didalami Bareskrim Polri, Status Segera Naik?

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 439
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, memasuki babak baru. Laporan masyarakat yang dilayangkan pada 28 Januari 2026 kini tengah didalami oleh penyidik di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal Polri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan tersebut awalnya diterima melalui Tata Usaha Urusan […]

  • 6.922 PPPK Paruh Waktu Terima SK dan NIP di Muna, Ribuan Rela Digaji Rp0 Demi Status dan Pengabdian photo_camera 1

    6.922 PPPK Paruh Waktu Terima SK dan NIP di Muna, Ribuan Rela Digaji Rp0 Demi Status dan Pengabdian

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 279
    • 0Komentar

    MUNA | SUARAEMPATPILAR.COM – Haru dan dilema bercampur menjadi satu di halaman Kantor Bupati Muna, Rabu (21/1). Sebanyak 6.922 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sekaligus Nomor Induk Pegawai (NIP). Sebuah pengakuan negara yang selama ini dinanti ribuan tenaga honorer. Namun di balik seremoni itu, tersimpan […]

expand_less